Pis Kopyor: Keunikan dan Potensi Nilai Ekonomis Indonesia

  • 22 Jan 2026 10:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pis kopyor adalah sebutan untuk buah kelapa yang memiliki daging buah abnormal dan tekstur endosperma tidak seperti kelapa biasa. Kelapa ini langka ditemukan secara alami dan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibanding kelapa normal karena karakteristiknya yang unik.

Kelapa kopyor dalam terminologi ilmiah dikenal sebagai mutan endosperma yang terjadi secara alami pada beberapa populasi kelapa di Indonesia. Mutasi ini ditandai oleh daging buah yang terlepas dari tempurung dan bercampur dengan air kelapa, berbeda dari kelapa normal.

Penelitian agronomi telah menunjukkan bahwa kelapa kopyor memiliki potensi genetik yang beragam, termasuk tipe endosperma dan varietas dwarf serta tall yang berbeda. Variasi ini memberikan peluang untuk seleksi dan pembiakan varietas unggul lokal.

Dalam aspek budidaya, studi kultur embrio kelapa kopyor melalui media kultur khusus menunjukkan keberhasilan tingkat germinasi tinggi menggunakan air kelapa sebagai suplemen media. Metode ini penting karena biji kopyor tidak mampu berkecambah secara alami.

Peneliti juga mengevaluasi penggunaan biostimulan dalam fase aklimatisasi bibit kelapa kopyor yang ditumbuhkan secara in vitro. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan tanaman muda.

Secara keseluruhan, pis kopyor tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga menawarkan tantangan dan peluang penelitian agronomi di Indonesia. Pengembangan teknologi budidaya dan pemuliaan genetik dapat mendukung peningkatan produksi dan distribusi kelapa kopyor di masa depan. (Aris)

Referensi:

1. Rochmah, H. F. & Machwati, I. A. (2021). Teknik Perbanyakan Bibit Kelapa Kopyor (Cocos nucifera L) Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu Pati Jawa Tengah. Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, 10(1), 13–25. Penelitian ini mengevaluasi metode perbanyakan bibit kelapa kopyor dan pertumbuhan bibitnya melalui observasi langsung dan wawancara dengan kelompok petani.

2. Perbaikan Teknik Kultur Embrio Kelapa Kopyor (Cocos nucifera L.) Asal Sumenep Jawa Timur melalui Penambahan Bahan Aditif dan Pengujian Periode Subkultur. Jurnal Agronomi Indonesia, 36(1), 2008. Studi ini mengembangkan teknik kultur embrio kelapa kopyor untuk meningkatkan tingkat perkecambahan dan produksi tanaman muda di laboratorium.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....