Mengenal Iwel-Iwel Kue Tradisional dengan Filosofi Kehangatan
- 03 Okt 2025 09:04 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Iwel-iwel adalah salah satu kue tradisional dari Jawa yang memiliki cita rasa manis dan legit. Kue ini biasanya hadir dalam suasana adat, terutama pada acara selamatan kelahiran bayi di Jawa.
Dikutip dari akun Youtube @Dapur Heni, bahan utama pembuatan iwel-iwel meliputi tepung ketan, kelapa parut, gula merah sebagai isian, dan sedikit garam. Proses pembuatannya relatif sederhana yaitu mencampur bahan, membungkus dengan daun pisang, lalu dikukus hingga matang.
Secara etimologis, “iwel-iwel” diyakini berasal dari kata Jawa kamiwel yang berarti “menggemaskan” atau lucu. Penamaan ini mencerminkan harapan agar bayi yang baru lahir kelak tumbuh menjadi anak yang lucu dan penuh daya tarik.
Dalam tradisi Jawa, menyajikan iwel-iwel saat upacara bayi melambangkan kehangatan keluarga dan kasih sayang kepada anak. Kehadiran kue ini menjadi wujud ungkapan syukur dan harapan yang baik bagi masa depan sang bayi.
Bentuk dan pembungkusannya pun punya makna simbolis — biasanya dibungkus daun pisang dan diberi bentuk khusus agar tampak menarik. Nilai estetika dalam penyajian menunjukkan betapa kue ini tak hanya soal rasa, tapi juga penghormatan terhadap tradisi.
Kini, meski jamuan modern semakin banyak, iwel-iwel tetap dipertahankan oleh sebagian masyarakat sebagai warisan budaya kuliner. Pelestarian kue ini menjadi bagian dari usaha menjaga nilai lokal agar tidak hilang oleh arus zaman.
Dengan memahami kandungan rasa, simbol, dan tradisi di balik iwel-iwel, kita bisa melihat bagaimana makanan bisa menjadi medium budaya. Kue sederhana ini menyimpan filosofi kehangatan, harapan, dan ikatan sosial dalam satu gigitan yang manis.(Adila/magang UIN Ponorogo/
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....