Carica: Permata Kuning dari Dataran Tinggi Dieng

  • 17 Jul 2025 20:30 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Di antara hamparan kebun kentang dan hawa sejuk Dataran Tinggi Dieng, tumbuh subur sebuah buah tropis yang unik dan istimewa Carica (Carica pubescens). Sering disebut sebagai pepaya gunung karena bentuknya yang menyerupai pepaya namun berukuran lebih kecil, buah ini bukan hanya menjadi ikon kuliner Dieng, tapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang menjadikannya permata berharga dari pegunungan.

Secara morfologi, carica memiliki kulit berwarna hijau kekuningan saat mentah dan akan berubah menjadi kuning cerah ketika matang. Daging buahnya berwarna kuning oranye dengan tekstur lembut, serta memiliki biji-biji kecil berwarna hitam yang terbungkus lapisan gel bening.

Aroma khasnya yang wangi dan rasa yang manis sedikit asam menjadikannya buah favorit banyak orang. Meskipun bisa dinikmati langsung dalam keadaan segar, carica jarang dikonsumsi karena rasa asamnya yang cukup dominan.

Buah ini lebih populer diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman. ”Olahan carica yang paling terkenal adalah manisan carica, di mana potongan buah direndam dalam sirup manis, menghasilkan camilan segar yang menjadi oleh-oleh wajib dari Dieng. Selain itu, carica juga diolah menjadi selai, dodol, jus, bahkan keripik, ” ujar Niken, salah satu produsen cari-cari.

Industri olahan carica telah menjadi salah satu penopang ekonomi utama bagi masyarakat di sekitar Dieng. Hampir setiap sudut kota Wonosobo dan Banjarnegara yang menjadi pintu gerbang Dieng, kita akan menemukan toko-toko yang menjual berbagai produk olahan carica.

Dengan segala keunikan rasa dan manfaat kesehatannya, carica tidak hanya sekadar buah lokal, melainkan duta dari kekayaan alam Dataran Tinggi Dieng. Jadi, jika Anda berkunjung ke sana, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi dan membawa pulang olahan carica sebagai buah tangan yang lezat dan berkhasiat.(Aditya Wardhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....