Mie Ramen: Sajian Ikonik dari Jepang yang Mendunia

  • 06 Jul 2025 21:17 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Ramen merupakan salah satu hidangan khas Jepang yang telah dikenal luas di berbagai belahan dunia. Mie ini identik dengan kuah gurih dan topping beragam yang disajikan dalam satu mangkuk.

Meskipun asal-usul ramen dipengaruhi oleh budaya kuliner Tiongkok, Jepang berhasil mengembangkan ramen menjadi kuliner khas dengan cita rasa dan gaya penyajian yang unik di tiap daerahnya, seperti ramen Tonkotsu dari Fukuoka atau Shoyu Ramen dari Tokyo. Ciri khas ramen terletak pada mie yang kenyal dan kuah yang kaya rasa.

Mienya biasanya dibuat dari tepung terigu, air, dan kansui (air alkali) yang memberi tekstur elastis. Sementara itu, kuah ramen bisa berbasis kaldu ayam, babi, atau ikan, dan sering dipadukan dengan bumbu seperti miso, shoyu (kecap asin), atau shio (garam).

Topping-nya pun beragam, seperti telur rebus setengah matang (ajitsuke tamago), irisan daging chashu, nori (rumput laut), dan daun bawang. Tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, ramen juga telah berkembang menjadi simbol budaya populer Jepang.

Dilansir ojs.unikom.ac.id ramen berasal dari kata la mian atau la mien yang berarti “mie yang ditarik” dikarenakan cara pembuatannya dengan menarik tepung terigu sehingga memanjang seperti tali. Kemudian mie tersebut dimasukkan ke dalam kuah yang sudah dicampur dengan berbagai macam kaldu, yang biasanya dimakan dengan kuah.

Di Indonesia, ramen mulai dikenal luas sejak awal tahun 2000-an dan kini menjadi bagian dari pilihan menu di banyak restoran Jepang, baik yang otentik maupun yang sudah disesuaikan dengan lidah lokal. Beberapa versi ramen lokal menyesuaikan rasa dengan menambahkan sambal, menggunakan topping halal, atau menghadirkan cita rasa fusion seperti ramen rendang atau ramen soto.

Dengan perpaduan antara rasa yang lezat, tampilan yang menggugah selera, dan budaya yang melekat kuat, ramen berhasil menjadi salah satu makanan internasional yang digemari berbagai kalangan. Keberhasilannya menunjukkan bahwa makanan bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga pengalaman, tradisi, dan inovasi yang terus berkembang seiring waktu.(Diqi/Aditya )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....