Kue Leker, Tetap Eksis di Gempuran Camilan Modern
- 30 Jun 2025 21:35 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta : Kue leker merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang masih populer hingga kini, terutama di kalangan anak-anak sekolah dan pecinta kuliner kaNanaima. Dikutip dari senibudayabetawi.com asal-usul kue leker diyakini berasal dari pengaruh Belanda, karena nama “leker” sendiri diambil dari kata dalam bahasa Belanda, lekker, yang berarti "enak".
Kue ini telah mengalami adaptasi lokal, sehingga menjadi makanan khas yang dekat dengan cita rasa masyarakat Indonesia. Secara umum, kue leker berbentuk setengah lingkaran dengan tekstur renyah di bagian luar dan agak lembut di bagian tengah.
Adonan dasarnya terbuat dari campuran tepung terigu, gula, telur, dan susu, yang kemudian dimasak tipis-tipis di atas cetakan datar. Isian kue leker pun sangat beragam, mulai dari pisang dan cokelat klasik, hingga varian kekinian seperti keju, meses, atau bahkan daging dan keju mozzarella.
Salah satu daya tarik kue leker adalah proses pembuatannya yang sederhana namun atraktif. Penjual biasanya memasak leker di atas wajan bundar yang diputar, dan pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana adonan dituang, diratakan, diisi, lalu dilipat menjadi setengah lingkaran.
Proses ini memberikan pengalaman kuliner yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak atau wisatawan yang belum pernah melihatnya. Meskipun tergolong camilan sederhana, kue leker memiliki nilai nostalgia yang kuat.
Banyak orang dewasa mengenangnya sebagai jajanan masa kecil yang dijual di depan sekolah atau pasar tradisional. Di era modern, beberapa pelaku usaha bahkan mengemas kue leker dalam konsep kekinian, membuka gerai di mal, atau menjualnya lewat layanan daring untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kue leker menjadi bukti bahwa jajanan tradisional Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Dengan inovasi rasa dan strategi pemasaran yang tepat, kue ini tak hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya kuliner yang patut dilestarikan dan dibanggakan.
(Diqi/Nana Ernawati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....