Kemenag Karanganyar: Santri Ponpes Jatipuro Mulai Tinggalkan Pondok

  • 07 Sep 2023 17:20 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Karanganyar: Sejumlah santri dan santriwati pondok pesantren di Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar mulai meninggalkan pondok setelah kasus dugaan pencabulan oleh pemimpin pondok pesantren terkuak ke publik.

Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Makhalis Khoirul Anwar mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi pondok setelah mendengar adanya kasus tersebut.

Hasil tinjauan Kemenag Karanganyar, sejumlah santri dan santriwati pondok mulai meninggalkan pondok pesantren. Dari total 35 santri dan santriwati pondok, hanya menyisakan 6 santri yang masih tinggal di Ponpes. Bahkan, para santri itu juga menunggu jemputan pihak wali santri untuk kembali ke keluarga masing-masing.

"Saya sudah kelokasi. Terus, terkait dengan keberadaan santri, tentunya dengan keseharian itu ya vakum. tinggal 7, yang satu sudah di jemput," terangnya, Kamis (7/9/23).

Anwar mengatakan, dengan banyaknya santri yang meninggalkan Ponpes, maka kegiatan diponpes otomati terhenti sejenak hingga waktu yang belum ditentukan.

Namun, Anwar memastikan, belum terdapat kebijakan penutupan dari Kemenag Karanganyar pasca terkuaknya kasus dugaan pencabulan. Pasalnya, Kemenag masih menunggu proses penyidikan dan penyelidikan dari pihak Kepolisian.

Disisi lain, menurut Anwar, dalam kasus tersebut, secara lembaga tidak terdapat kesalahan yang menyimpang, karena hal itu dilakukan oleh individu pemimpin pondok.

"Sementara belum ada (penutupan). nunggu dulu terkait dengan penyidikan, itu kan terkait prosedurkan, lembaga kan gak salah, yang salah kan personal pimpinan," katanya.

Sebelumnya, Camat Jatipuro Bambang Sriyanto mengatakan, pengasuh ponpes yang diduga melakukan pencabulan dikenal sebagai tokoh agama yang baik. Bahkan, sering mengisi sebagai pemberi materi dalam acara pengajian.

"Kalo dilingkungan itu baik, dan itu kan tokoh di kecamatan Jatipuro, ya Ustad, diminta ceramah sana sini itu sudah biasa," paparnya.

Bambang menyebut, pasca kabar tersebut menyebar, warga setempat kaget dengan kabar yang menyebar, bahkan istri pemilik pondok masih dalam kondisi shok akibat mendegar kabar kasus dugaan pencabulan yang menjerat suaminya.

"Warga setempat kaget dengan kabar yang menyebar, mereka prihatin," ungkapnya.

Adapun, dari informasi yang dihimpun RRI, terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian. Saat ini kasus dugaan pencabulan itu telah ditangani oleh penyidik Dirreskrimum Polda Jateng.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....