Cegah Investasi Bodong, BEI Jateng II Penetrasi Galeri Investasi Sasar SMA
- 05 Mar 2026 06:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia BEI Jawa Tengah ll memperluas penetrasi pasar modal di kalangan generasi muda dengan menargetkan pembentukan galeri investasi disejumlah Sekoleh Menegah Atas (SMA) pada 2026.
Langkah ini dilakukan untuk membekali pelajar agar tidak mudah tergiur janji keuntungan instan dari influenser saham yang belum tentu memiliki izin resmi.
Kepala BEI Jateng 2 Mohammad Wira Adibrata saat acara buka puasa bersama awak media se Solo Raya,Senin, 2 Maret 2026, menjelaskan saat ini pihaknya tengah memproses penambahan Galeri Investasi (GI) baru yang difokuskan di tingkat SMA seperti di SM Negeri 2 Sukoharjo dan SMA Negeri 1 Sragen.
"Tahun ini kami menargetkan tiga sekolah. edukasi ini penting karena banyak investor pemula membeli saham bukan lagi merujuk pada fundamental perusahaan tetapi karena terpengaruh influencer,' katanya .
Wira menambahkan, saat ini regulasi perihal influencer yang membahas pasar modal atau saham sudah diatur olej Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).
Wira menekankan pentingnya calon investor untuk melakukan verifikasi informasi melalui akun resmi otorotas seperti BEI, OJK, akun resmi perusahaan sekuritas tersertifikasi , Webside resmi IDX .
Ia menilai fenomena tersebut kian marak terutama diera digital dan AI. Generasi Z dinilai rentan tergiur keuangan cepat sementara generasi baby boomers kerap menganggap informasi digital sebagai fakta tanpa verifikasi mendalam.
"Kadang tidak melihat fundamental perusahaan tidak melihat apakah perusahaannya bagus atau tidak ,Hanya ikut membeli karena terpengaruh," ujar Wira
Untuk itu Wira menggaungkan prinsip 3 P kepada calon investor yakni Paham, Punya dan Pantau.
Saat ini, BEI Jawa Tengah II telah memiliki 43 Galeri Investasi yang tersebar di Wilayah Jawa Tengah II dan Madiun Raya. Sementara berdasarkan data terbaru per Maret 2026 total transaksi pasar modal mencapai Rp46,42 Trilyun dengan jumlah investor tercatat melalui Single Investor Identification (SID) sebanyak 368.806 investor. ( SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....