OJK Solo Catat Kondisi Industri Jasa Keuangan Terjaga

  • 18 Nov 2025 16:22 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menilai kondisi Industri Jasa Keuangan IJK di Wilayah Solo Raya tetap tumbuh secara year on year(yoy) dengan profil risiko yang terjaga.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan OJK Solo Eko Hariyanto saat pemaparan perkembangan sektor jasa keuangan Solo Raya bulan Oktober 2025 di salah satu rumah makan di Kota Solo menjelaskan Perkembangan Aset Perbankan naik sebesar 3,62 persen menjadi Rp113,93 trilyun dari sebelumnya Rp109,95 trilyun.

Namun demikian, untuk kredit atau pembiayaan perbankan mengalami penurunan sebesar 4,02 persen atau turun sebesar Rp4,33 trilyun dari sebelumnya Rp107,545 trilyun menjadi Rp 103,217 trilyun. Untuk NPL atau angka kredit bermasalah juga turun dari 10,08 persen menjadi 8,64 persen.

Dengan naiknya Dana Pihak Ketiga yang dihimpun serta turunnya kredit atau pembiayaan yang disalurkan memperlihatkan kondisi ekonomi Nasional atau di Wilayah Solo Raya menunjukkan tidak sedamg baik bai saja.

"Perbankan masih wait and see,menunggu Pemerintah ," kata Kepala OJK solo Eko Hariyanto.Perbankan sangat hati hati dalam meyalurkan pembiayaan dan memilih untuk menjaga atau menekan NPL.saya rasa percuma menyalurkan banyak pembiayaan kalau nantinya menambah kredit bermasalah," kata Eko kepada wartawan Jumat(14/11/2025).

Sementara Dana Pihak Ketiga(DPK) meningkat sebesar 5,38 persen menjadi Rp 103,25 Trilyun .Sedangkan untuk likuiditas perbankan Solo Raya pada September 2025 masih terjaga dengan Loan to Deposit Ratio(LDR) pada angka 99,97 persen.

"Untuk penyaluran kredit perbankan berdasarkan jenis penggunaannya penyaluran kredit terbesar dalam bentuk kredit modal kerja sebesar Rp 54,94 Trilyun dan Kredit terbesar berdasarkan jenis usaha yaitu katagori bukan UMKM sebesar Rp55,85 Trilyun," Jelas Eko . (Sifat/RRI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....