Makan Lambat adalah Kebiasaan Buruk, Benarkah?

  • 21 Agt 2024 10:06 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Makan dengan lambat sering dilabeli sebagai kebiasaan buruk dan diremehkan. Karna menurut sebagain besar orang, makan lambat membuang-buang waktu dan terkesan tidak cekatan.

Seperti halnya yang dirasakan Zaskia salah satu Pegawai Negeri Sipil di Surakarta yang sering dicap lelet saat makan. Dia mengatakan saat makan perlahan, ia tidak bermaksud bermalas-malasan, namun karena ingin menikmati makanannya.

“Ya, banyak yang bilang, kok makannya lama sih? Atau diburu-buru, makannya buruan dong. Nah, namanya makan ya, selain mensyukuri yang kita makan ya menikmati, nasi liwet misalnya rasanya gimana, gurihnya, dan lain-lain,” ujar Zaskia.

Fakta menarik tentang slow eater atau orang dengan kebiasan makan lambat, diungkapkan Dr. Casey Means, seorang dokter, ahli gizi dan salah satu penulis buku terlaris di New York. Dalam dialog podcast bersama Jay Shetty ia mengatakan penelitian tentang hal ini. Penelitian dengan kuat membuktikan bahwa orang yang makan dengan lambat memiliki kemungkinan empat kali lebih kecil terkena sindrom metabolik dibandingkan orang yang makan lebih cepat.

Dilansir dari National Library of Madicine, sindrom metabolik merupakan akumulasi beberapa gangguan kesehatan yang meningkatkan risiko berbagai penyakit. Diantaranya penyakit jantung, penyakit pembuluh darah otak, penyakit pembuluh darah perifer, resistensi insulin, dan diabetes melitus tipe dua.

“Ibaratnya, jika anda tidak ingin mengubah makanan anda, maka ubahlah kecepatan makannya. Karena itu (mengubah kecepatan makan) akan mengubah segalanya,” tambah Dr. Casey. Selain itu penulis buku ‘Good Energy, The Surprising-Connection Between Metabolism dan Limitless’ ini juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebiasaan makan kebanyakan orang hari ini.

Banyak orang yang makan sambil melakukan kegiatan lainnya, salah satunya makan sambil berjalan. Dalam podcast yang ditayangkan 10 Juni 2024 lalu ini, pada topik ‘How You’re Eating Matters’ Dr. Casey memberikan pesan penutupnya yang layak untuk diingat.

Semakin banyak seseorang berinvestasi untuk duduk dan makan diatas meja lalu makan perlahan dengan penuh perhatian. Maka akan semakin besar dampak positifnya pada kesehatan metabolisme inti dalam tubuh.(Erza_LPU)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....