Plantar Facitiis, Nyeri Tumit Kaki Karena Faktor Degeneratif
- 04 Mei 2024 16:20 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta; Plantar Fasciitis adalah salah satu kasus penyakit pada jaringan di bawah kaki yang menyebabkan nyeri pada tumit atau peradangan yang terjadi pada plantar fascia, yaitu peradangan jaringan di bawah kaki yang membentang dari tumit sampai jari kaki. Jaringan di bawah kaki berfungsi ini sebagai penyangga telapak kaki dan meredam getaran disaat kita sedang berjalan.
Menurut penjelasan dr Muhammad Abdulhamid, SpOT dari RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta, plantar fasciitis dapat terjadi pada semua usia terutama pada pertengahan usia dan lanjut usia. Selain faktor usia, nyeri pada telapak kaki biasanya disebabkan karena penggunaan alas kaki yang tidak tepat dan menekan fascia terus menerus.
“Selain itu juga karena pekerjaan atau aktivitas yang lebih banyak berdiri atau berjalan, obesitas, kehamilan, diabetes melitius, serta aktivitas fisik yang berlebihan sehingga akan menyebabkan peradangan,” jelas dr Muhammad Abdulhamid, SpOT dalam perbincangannya dengan RRI, Jumat (3/5/2024), di RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta.
Disebutkan, gejala yang dirasakan ketika terkena plantar fasciitis adalah nyeri di kaki tumit saat berjalan tanpa alas kaki maupun memakai sandal atau sepatu.
“Jadi, terasa seperti ada benjolan tulang di dalam tumit dimana taji itu tumbuh dan mati rasa, terbakar dan kesemutan jika saraf terkena dampak taji atau jalu yang muncul,” katanya.
Dokter Abdul menambahkan selain tindakan operasi, penatalaksanaan pada penyakit ini bisa juga dilakukan secara terapi konservatif, dengan cara mengurangi atau menghentikan aktivitas yang dapat memperberat kondisi nyeri yang timbul. Kemudian pasien bisa memberikan kompres dingin pada kaki selama 20 menit sebanyak 3-4 kali dalam sehari.
“Untuk mengurangi gejala, dokter akan meresepkan pasien berupa obat-obatan anti peradangan dan menganjurkan pasien menggunakan bantalan tumit, insole magnetik, pengguanaan splint/bidai di malam hari dan program fisioterapi seperti ultrasound therapy, laser therapy, stretching & strengthening, dan extra corporeal shock wave therapy,” ungkap dokter Abdul.
Sementara itu, salah satu pasien plantar facitiis di RS tersebut, Nanik Pudiaswati (46 th) menuturkan, dirinya periksa ke RS tersebut karena mengeluh tumitnya sakit untuk menapak setiap bangun tidur. Setelah diperiksa ternyata ada tulang tumbuh seperti jalu sehingga harus di operasi. Pasca operasi, sesuai petunjuk dokter, saat ini Nanik harus selalu menggunakan alas kaki khusus bahkan walau di dalam rumah
"Tiap bangun tidur tumit sakit sekali buat menapak. Saya periksa ke puskesmas dan terapi 6 kali belum ada kemajuan, terus di rujuk ke RS Ortopedi. Hasil pemeriksan dan ronsen, ternyata ada tulang tumbuh seperti jalu atau plantarfasitis, kemudian dilakukan terapi di RS, tetapi karena masih sakit akhirnya harus tindakan operasi”, ungkap Nanik. (Wiwik Martani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....