Segelas Susu, Cerita Panjang Peternak Lokal

  • 06 Okt 2026 16:10 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Susu merupakan sumber protein hewani, kalsium, fosfor, vitamin, dan mineral
  • Produksi susu dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan nasional
  • Pemerintah mendorong peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah untuk memperkuat produksi susu nasional.

RRI.CO.ID, Surakarta - Peringatan Hari Susu Nasional yang dikenal setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk mengingat pentingnya susu sebagai bagian dari pemenuhan gizi masyarakat sekaligus melihat keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Indonesia. Di balik segelas susu terdapat rantai usaha yang melibatkan peternak, koperasi, industri pengolahan, hingga konsumen.

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani serta berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, termasuk untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tulang. Karena itu, peningkatan konsumsi susu perlu berjalan beriringan dengan penguatan produksi susu dari peternak dalam negeri.

Kementerian Pertanian menyebut produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sementara sebagian besar kebutuhan lainnya masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan produksi susu nasional masih menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan peternakan sapi perah.

Pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu dalam negeri. Upaya tersebut dilakukan bersama dengan penguatan koperasi, pembiayaan, produktivitas ternak, penyediaan pakan, serta kepastian penyerapan susu yang dihasilkan peternak.

Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan peternakan sapi perah karena penambahan populasi ternak perlu diikuti pakan yang cukup, berkualitas dan tersedia sepanjang tahun. Pemerintah memproyeksikan kebutuhan susu nasional meningkat dari sekitar 4,68 juta ton pada 2025 menjadi 5,07 juta ton pada 2030, sementara produksi dalam negeri ditargetkan meningkat dari sekitar 820 ribu ton menjadi 4,68 juta ton.

Penguatan produksi juga membutuhkan keterlibatan koperasi, dunia usaha dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem peternakan sapi perah. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan susu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri, tetapi juga memberikan kepastian pasar serta meningkatkan kesejahteraan peternak.

Peningkatan konsumsi susu pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan usaha peternak lokal. Semakin besar kebutuhan susu nasional, semakin penting memastikan peternak memiliki akses terhadap pakan, pembiayaan, teknologi, ternak produktif dan pasar yang berkelanjutan.

Selain Hari Susu Nasional yang dikenal pada 2 Oktober, Indonesia juga memperingati Hari Susu Nusantara setiap 1 Juni berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2182/Kpts/PD.420/5/2009, bertepatan dengan momentum World Milk Day yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO. Kedua momentum tersebut sama-sama dapat menjadi pengingat bahwa susu bukan hanya persoalan konsumsi dan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan peternak serta kemandirian pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....