Astrid Widayani Tinjau Puskeswan Surakarta, Soroti Pengendalian Kucing Liar

  • 04 Okt 2026 06:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta — Di bawah naungan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) Kota Surakarta, keberadaan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) kini dinilai semakin krusial. Fasilitas pelayanan kesehatan hewan milik Pemerintah Kota Surakarta ini menjadi andalan seiring terus meningkatnya tren masyarakat perkotaan yang memelihara hewan, khususnya anjing dan kucing.

Pentingnya peran fasilitas ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat melakukan peninjauan langsung ke Puskeswan Kota Surakarta baru baru ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau mutu pelayanan sekaligus memastikan fasilitas kesehatan hewan dapat memenuhi kebutuhan warga secara optimal.

Astrid menyampaikan bahwa layanan kesehatan hewan telah menjadi kebutuhan esensial di wilayah perkotaan. Pemerintah, menurutnya, wajib menghadirkan fasilitas yang mudah diakses agar hewan peliharaan maupun hewan temuan mendapatkan perawatan dan penanganan medis yang layak.

“Saya kira sudah sewajarnya jika di area perkotaan dengan banyaknya binatang peliharaan, pemerintah menyediakan satu fasilitas layanan kesehatan khusus untuk hewan, yaitu Puskeswan,” ujar Astrid Widayani.

Dalam peninjauannya, Astrid turut mengapresiasi kelengkapan fasilitas yang tersedia di Puskeswan Surakarta. Layanan yang disediakan tidak hanya mencakup pemeriksaan umum dan rawat jalan, tetapi juga vaksinasi, pemeriksaan penunjang menggunakan USG, hingga tindakan operasi medis.

Saat kunjungan berlangsung, Astrid sempat memantau langsung proses operasi sterilisasi hewan. Ia menilai sterilisasi merupakan aspek vital dalam pelayanan kesehatan hewan sekaligus langkah strategis untuk mengendalikan populasi.

“Pengendalian jumlah kucing liar yang semakin banyak di Kota Surakarta ini penting. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Kalau ada binatang peliharaan maupun binatang temuan yang ingin dirawat, bisa dibawa ke Puskeswan ini,” katanya menambahkan.

Meski demikian, Astrid mengingatkan bahwa upaya pengendalian populasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Peran aktif para pemilik hewan melalui sterilisasi dan perawatan yang bertanggung jawab sangat dibutuhkan agar keberadaan hewan tidak menimbulkan persoalan di lingkungan keluarga maupun permukiman.

Selain fokus pada pengendalian populasi, Astrid juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan demi mencegah penularan penyakit zoonosis kepada manusia. Ia menyebutkan bahwa masalah kesehatan kulit masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering ditemukan dalam layanan harian Puskeswan.

“Penyakit kulit pada hewan bisa menular ke manusia. Jika di rumah ada anak-anak, kebersihan dan kesehatan hewan ini harus lebih diperhatikan lagi. Selain itu, masalah pencernaan dan pemberian vaksin secara rutin juga sangat penting dilakukan sebagai langkah pencegahan,” kata Astrid Widayani tegas.

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Puskeswan di bawah Dispangtan Surakarta ini terlihat jelas dari antrean warga yang masih cukup padat hingga siang hari. Pada hari peninjauan tersebut, tercatat sedikitnya tujuh tindakan operasi sterilisasi dijadwalkan untuk dikerjakan.

Melihat antusiasme dan tingginya permintaan publik, Pemkot Surakarta membuka peluang untuk melakukan evaluasi kapasitas layanan Puskeswan secara berkala, termasuk mempertimbangkan penambahan daya tampung maupun fasilitas penunjang di masa mendatang. JK

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....