Dislokasi, saat Sendi Keluar Posisi
- 29 Sep 2026 09:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Tidak hanya tulang yang dapat mengalami cedera, persendian juga bisa bergeser akibat benturan atau tekanan yang kuat. Kondisi ketika tulang keluar atau bergeser dari posisi normalnya di dalam persendian disebut dislokasi.
Mengutip akun Instagram @rskarimautama, dislokasi dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, terutama sendi yang aktif digunakan seperti bahu, lutut, serta jari tangan dan kaki. Ketika dislokasi terjadi, posisi tulang yang seharusnya bertemu di dalam sendi menjadi tidak sebagaimana mestinya.
Cedera akibat kecelakaan dan terjatuh menjadi beberapa penyebab yang dapat memicu dislokasi. Cedera olahraga maupun pukulan langsung pada area sendi juga dapat memberikan tekanan yang cukup kuat hingga menyebabkan tulang bergeser.
Benturan tersebut dapat turut merusak ligamen dan tendon yang berperan membantu menjaga kestabilan persendian. Akibatnya, dua tulang yang terhubung melalui sendi dapat keluar dari posisi normalnya dan membuat fungsi gerak terganggu.
Gejala dislokasi biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada sendi yang mengalami cedera. Area tersebut juga dapat membengkak dan memar, sementara kemampuan untuk menggerakkan sendi dapat menjadi sangat terbatas atau bahkan menghilang.
Perubahan warna kulit di sekitar sendi juga dapat muncul, mulai dari kemerahan hingga terlihat lebih gelap. Keluhan-keluhan tersebut perlu diperhatikan, terutama jika muncul setelah benturan, jatuh, atau aktivitas olahraga yang menyebabkan cedera.
Dislokasi memerlukan penanganan medis dan tidak sebaiknya dicoba untuk dikembalikan ke posisi semula secara mandiri. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat diperlukan karena cedera ini dapat berkaitan dengan kerusakan pada ligamen, saraf, maupun pembuluh darah di sekitar sendi.
(Ridho Wicaksono)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....