Pen Patah Tulang Tak Selalu Harus Diambil
- 29 Sep 2026 10:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemasangan pen menjadi salah satu metode yang digunakan dalam penanganan patah tulang untuk membantu menjaga tulang tetap berada pada posisi yang tepat selama proses penyembuhan. Setelah tulang dinilai telah menyatu dengan baik, pen pada kondisi tertentu dapat dilepas, tetapi tidak semua pen harus diambil.
Mengutip akun Instagram @rskarimautama, keputusan untuk mempertahankan atau melepas pen bergantung pada jenis patah tulang, lokasi pemasangan, kondisi pasien, serta pertimbangan dokter. Pada beberapa kasus, pen dapat dibiarkan secara permanen apabila tidak menimbulkan masalah dan keberadaannya tidak mengganggu fungsi tubuh.
Meski demikian, pen yang dibiarkan terlalu lama pada kondisi tertentu dapat menimbulkan keluhan. Salah satunya adalah rasa sakit atau tidak nyaman, terutama ketika pasien berjalan atau melakukan aktivitas fisik yang memberikan beban lebih besar pada area tersebut.
| Baca juga: Waspada Cedera Siku, Jangan Dianggap Sepele |
Komplikasi lain yang perlu diperhatikan adalah infeksi pada area pemasangan pen. Material pen juga pada sebagian orang dapat memicu reaksi terhadap logam, sementara masalah penyembuhan tulang seperti malunion atau nonunion dapat terjadi apabila tulang tidak menyatu dengan baik atau posisi tulang tidak sesuai.
Keberadaan pen juga berpotensi memengaruhi jaringan di sekitarnya apabila menimbulkan iritasi atau tekanan. Dalam kondisi tertentu, jaringan seperti saraf dan pembuluh darah dapat terdampak, sehingga keluhan yang muncul di sekitar lokasi pemasangan perlu mendapat perhatian medis.
Pada anak-anak dan remaja, pemasangan pen juga perlu mempertimbangkan proses pertumbuhan tulang. Penggunaan implan pada area tertentu dan dalam kondisi tertentu dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan apabila tidak ditangani sesuai pertimbangan medis.
Jika pen memang dinilai perlu dilepas, pasien biasanya membutuhkan masa pemulihan setelah prosedur tersebut. Aktivitas berat umumnya perlu dihindari selama periode pemulihan sesuai anjuran dokter, sementara obat antiinflamasi dapat diberikan untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Karena itu, keberadaan pen tidak otomatis berarti harus segera dilepas ataupun dibiarkan selamanya. Pemeriksaan dan evaluasi dokter menjadi dasar penting untuk menentukan apakah pen masih diperlukan, perlu dilepas, atau justru aman dipertahankan tanpa tindakan tambahan.
(Ridho Wicaksono)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....