Perlukah Medical Check Up Rutin Dilakukan?

  • 28 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta -Sejumlah pegawai bergantian menunggu giliran di depan meja-meja pemeriksaan yang tertata rapi. Ada pos EKG, pos tensi, hingga meja tempat sampel darah diambil. Sambil menggenggam lembar pemeriksaan, satu per satu ditimbang dan diperiksa oleh tenaga medis. Tak ada yang tampak sakit, tetapi semuanya rela meluangkan waktu untuk memastikan kondisi tubuh tetap dalam kondisi terjaga

Sikap seperti itu memang tidak selalu dimiliki banyak orang. Kebanyakan baru berpikir soal kesehatan setelah tubuh mengirim sinyal keluhan. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemeriksaan kesehatan rutin memungkinkan dokter menemukan tanda awal penyakit yang belum disadari pasien, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisinya makin serius. Itulah alasan Medical Check Up (MCU) justru paling berguna bagi mereka yang merasa sehat.

Angkanya pun cukup mengejutkan. Dikutip dari materi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta yang merujuk Riskesdas 2018, hanya tiga dari sepuluh penderita penyakit tidak menular yang terdeteksi. Artinya, sebagian besar penderita tidak sadar bahwa dirinya sakit. Materi yang sama menyebut sekitar 70 persen penderita kanker baru diketahui saat sudah stadium lanjut, karena gejala awalnya sering nyaris tak terasa. Menunggu keluhan datang ternyata bisa berarti terlambat.

Manfaat pemeriksaan berkala tak berhenti di situ. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, MCU yang dilakukan rutin membantu mengevaluasi kondisi tubuh dan mengenali potensi masalah sejak dini, sehingga perawatannya akan jauh lebih mudah. Langkah ini kian penting bagi mereka yang gaya hidupnya rentan, seperti jam kerja padat, pola makan tak teratur, atau jarang bergerak dan berolahraga.

Bagi Aldi, salah satu peserta MCU di RRI Surakarta, mengatakan dengan MCU kita bisa tau kondisi kesehatan tubuh kita. "Aku sih ngerasa badan baik-baik aja, tapi setelah dicek malah jadi tahu kondisi sebenarnya. Jadi lebih tenang dan bisa lebih jaga pola hidup," ujarnya. Ia berpesan agar pemeriksaan tidak menunggu sakit lebih dulu. "Menurutku penting banget dilakuin rutin, jangan nunggu sakit dulu baru periksa," imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh peserta lain yaitu Rista. Ia mengaku selama ini jarang memeriksakan diri kecuali saat sudah merasa sakit. "Jujur sebelumnya aku jarang banget cek kesehatan, paling kalau udah kerasa nggak enak badan baru ke dokter. Kalau ada MCU di kantor kayak gini jadi lebih gampang, nggak ada alasan lagi buat nunda," ungkapnya. Rista berharap kegiatan serupa bisa digelar secara berkala.

Pada akhirnya, MCU bukan tentang takut mengetahui hasilnya, melainkan tentang berani mengenal tubuh sendiri. Dari hasil pemeriksaan, seseorang bisa membenahi pola hidup dan berkonsultasi lebih awal sebelum masalah membesar. Menjaga sehat sejak sekarang jauh lebih murah dan menenangkan dibanding mengejarnya setelah sakit datang. ( Fara )

Referensi:

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

  • Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....