Spons Dapur Kelihatan Bersih, Bebas Bakteri atau Justru jadi Sarang Bakteri?

  • 30 Sep 2026 14:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Spons dapur menjadi salah satu benda yang hampir setiap hari digunakan untuk mencuci piring, gelas, peralatan masak, hingga membersihkan permukaan dapur. Namun, benda yang digunakan untuk membersihkan tersebut ternyata dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis bakteri apabila digunakan terlalu lama.

Dikutip dari Health.com, sebuah penelitian kecil pada 2017 menemukan bahwa spons dapur bekas dapat menjadi tempat hidup sejumlah besar bakteri. Penelitian tersebut juga mempertanyakan efektivitas kebiasaan membersihkan atau menyanitasi spons karena dalam jangka panjang beberapa jenis bakteri justru ditemukan dalam proporsi lebih besar pada spons yang rutin disanitasi.

Sifat spons yang berpori dan mudah menyerap air membuatnya dapat menahan kelembapan sekaligus sisa makanan. Kondisi tersebut menjadi lingkungan yang memungkinkan mikroorganisme bertahan dan berkembang, terutama ketika spons tidak dikeringkan dengan baik setelah digunakan.

Masalahnya, bakteri yang berada di dalam spons tidak selalu terlihat secara kasatmata. Penelitian menunjukkan mikroorganisme dapat berada di bagian dalam rongga spons maupun pada permukaannya, sehingga tampilan spons yang masih terlihat bersih tidak selalu menunjukkan bahwa jumlah bakterinya rendah.

Penelitian lain yang melibatkan penggunaan spons dan sikat pencuci piring juga menemukan bahwa spons dapat menjadi tempat bertahannya bakteri, termasuk bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit. Dalam penelitian tersebut, beberapa bakteri bahkan dapat bertahan selama beberapa hari pada jenis spons tertentu.

Karena itu, mengganti spons secara berkala menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kebersihan dapur. Health.com menyarankan spons dapur diganti secara rutin, termasuk sekitar satu minggu sekali dalam artikel terbarunya, meskipun frekuensi ideal juga perlu mempertimbangkan intensitas penggunaan dan kondisi spons.

Spons sebaiknya juga segera diganti apabila digunakan untuk membersihkan tumpahan dari bahan makanan mentah, terutama daging. Penelitian menunjukkan penggunaan spons dapat memindahkan mikroorganisme dari satu permukaan ke permukaan lainnya, sehingga kebiasaan menggunakan spons yang sama untuk berbagai keperluan dapat meningkatkan peluang terjadinya kontaminasi silang.

Bagi masyarakat yang ingin mengurangi risiko tersebut, penggunaan sikat pencuci piring juga dapat menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan. Sejumlah penelitian menemukan bahwa sikat cenderung memiliki jumlah bakteri lebih rendah dibandingkan spons dan lebih cepat mengering, meskipun kebersihan alat tetap perlu dijaga.

Jadi, jangan menunggu spons dapur berubah warna, berbau, atau terlihat kotor untuk menggantinya. Benda yang tugasnya membersihkan peralatan makan juga perlu dibersihkan dan diganti secara rutin, karena dapur yang tampak bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme yang tidak terlihat. (Hilma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....