Asam Urat dan Kebiasaan yang Tak Disadari
- 12 Sep 2026 12:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Asam urat sering dianggap hanya berkaitan dengan makanan tertentu, padahal kebiasaan sehari-hari juga bisa ikut memengaruhi risikonya. Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin dan normalnya dibuang tubuh melalui urine, masalah muncul ketika kadarnya terlalu tinggi atau pembuangannya oleh ginjal terganggu. Kondisi ini dapat membuat kristal urat menumpuk di persendian dan memicu nyeri, bengkak, serta rasa panas.
Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, teri, sarden, dan sejumlah makanan laut. Minuman manis tinggi fruktosa juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan kadar asam urat, sementara konsumsi alkohol, terutama bir, turut meningkatkan risiko serangan gout. Contoh dikutip dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, pembatasan makanan tinggi purin serta minuman beralkohol dan tinggi fruktosa menjadi bagian penting dalam pengelolaan asam urat.
Kebiasaan lain yang kadang luput adalah kurang menjaga berat badan dan jarang bergerak. Kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan meningkatnya risiko hiperurisemia dan gout, sehingga menjaga berat badan tetap ideal serta rutin melakukan aktivitas fisik menjadi langkah yang cukup berarti. Selain itu, gangguan fungsi ginjal, riwayat keluarga, dan penggunaan obat tertentu juga dapat meningkatkan risiko sehingga asam urat tidak selalu semata-mata akibat makanan.
Karena itu, menjaga asam urat bukan berarti harus takut pada setiap makanan, tetapi lebih kepada membangun kebiasaan yang seimbang dan konsisten. Pilih makanan bergizi, batasi makanan tinggi purin dan minuman manis, hindari alkohol, cukup minum, serta jaga berat badan dengan aktivitas fisik teratur. Jika nyeri sendi muncul tiba-tiba, terutama disertai bengkak, kemerahan, atau rasa panas, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat. (Barista_LPU)
Referensi:
- Kementerian Kesehatan RI – Ayo Sehat, Asam Urat. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI
- Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Diet Sehat untuk Penderita Asam Urat (Gout Arthritis). Kementerian Kesehatan RI
- Kementerian Kesehatan RI – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, Pengaruh Makan Makanan Mengandung Purin dengan Asam Urat. Kementerian Kesehatan RI
- Kementerian Kesehatan RI – RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, Gout Artritis. Kementerian Kesehatan RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....