Persagi Solo Peringatkan Risiko Obesitas Anak Pemicu Hipertensi Remaja

  • 02 Sep 2026 11:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Berdasarkan hasil riset terbaru yang dihimpun Yayasan Gita Pertiwi, sebanyak 30,9 persen siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo terindikasi mengalami kondisi obesitas pada periode 2025–2026.

Menanggapi data temuan tersebut, Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Solo secara tegas mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai ancaman kesehatan anak-anak mereka.

Penilaian status gizi tidak bisa hanya dilihat secara kasatmata, melainkan wajib dihitung presisi menggunakan kurva Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur.

Pelaksana Humas Persagi Solo, Maryunanto Jati Waluyo, menjelaskan pemicu utama tingginya kasus obesitas anak di lapangan dipengaruhi oleh ketidakseimbangan asupan energi.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak serta maraknya jajanan manis kekinian menjadi faktor dominan yang paling sering ditemukan.

"Jajanan kekinian di SD dan SMP itu kan didominasi yang digoreng-goreng, juga minuman manis seperti boba atau teh rasa-rasa. Kebiasaan ngemil tidak sehat ini makin parah karena anak-anak sekarang cenderung kurang aktivitas fisik, banyak main HP, serta kurang tidur," ujar Maryunanto, Senin, 31 Agustus 2026.

Dampak terberat dari akumulasi pola hidup tidak sehat pada anak-anak ini diperkirakan baru akan berdampak serius ketika mereka beranjak ke jenjang sekolah menengah atas.

Penyakit tidak menular seperti tingginya kadar gula darah hingga lonjakan tekanan darah berpotensi mengintai di masa usia produktif.

"Risiko anak yang mengalami obesitas itu bukan sekarang, tapi nanti ketika menginjak remaja. Sering saya temukan anak-anak SMA itu gula darahnya sudah tinggi mencapai 300, dan tensinya 140. Ini sudah menjurus ke diabetes dan hipertensi akibat pola makan tidak bagus," katanya.

Guna menekan angka obesitas, Persagi melarang orang tua menerapkan diet ketat tanpa pengawasan medis, melainkan mendorong perubahan pola hidup sehat secara bertahap.

Selain pembiasaan makanan bergizi seimbang di rumah, peran kantin sekolah dan optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai krusial dalam menyediakan kudapan rendah gula, garam, serta lemak. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....