Fakta Klinis Mendengkur saat Tidur
- 30 Agt 2026 18:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mendengkur saat tidur sering dianggap sebagai tanda seseorang sedang tidur pulas. Padahal, secara klinis, suara dengkuran bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pernapasan yang perlu diperhatikan.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan, mendengkur merupakan salah satu tanda obstructive sleep apnea (OSA), yakni gangguan pernapasan saat tidur akibat tersumbatnya jalan napas. Kondisi ini dapat ditandai dengan dengkuran keras yang kemudian diselingi berhentinya napas selama beberapa saat.
| Baca juga: Tidur Sehat Berkualitas, Bukan Sekadar Lama |
Penjelasan tersebut sejalan dengan penelitian Erna M. Marbun dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Jakarta. Dalam tinjauan pustakanya tentang mendengkur, Marbun menyebut mendengkur dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan pada struktur dan fungsi saluran pernapasan atas.
Pada penderita OSA, napas dapat terhenti sesaat sehingga pasokan oksigen ke jantung dan otak berkurang. Sementara itu, Bambang Supriyatno dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia dalam artikel jurnal Sari Pediatri tahun 2015 menegaskan bahwa mendengkur bukan diagnosis, melainkan gejala yang perlu dicari penyebabnya.
Pada anak, spektrumnya dapat berkisar dari mendengkur ringan hingga obstructive sleep apnea syndrome. Karena itu, dengkuran yang keras dan berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai henti napas, tersedak saat tidur, sakit kepala ketika bangun, atau kantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah dengkuran berkaitan dengan OSA atau kondisi lainnya. Ini penting untuk pemeriksaan lanjut. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....