Aluminium pada Antiperspiran Aman, Riset Tak Temukan Kaitannya dengan Kanker

  • 29 Agt 2026 12:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Aluminium merupakan bahan aktif dalam produk antiperspiran yang berfungsi mengurangi produksi keringat. Berbeda dengan deodoran, antiperspiran menggunakan garam aluminium untuk membantu menyumbat saluran keringat.

Perbedaan tersebut penting dipahami karena deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi yang berbeda. Deodoran umumnya tidak mengandung aluminium dan bekerja mengurangi bakteri penyebab bau serta menutupi aroma tubuh dengan pewangi.

Penggunaan aluminium pada antiperspiran sempat menimbulkan kekhawatiran karena produk diaplikasikan di area ketiak yang berdekatan dengan payudara. Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan dugaan kemungkinan aluminium yang terserap melalui kulit meningkatkan risiko kanker payudara.

Namun, penelitian yang dirujuk Health.com tidak menemukan hubungan antara penggunaan antiperspiran dan kanker payudara. Jumlah aluminium yang diperkirakan terserap melalui kulit juga sangat kecil sehingga paparannya terbatas.

Meski secara umum dianggap aman, penggunaan antiperspiran memerlukan perhatian khusus bagi orang dengan penyakit ginjal stadium lanjut. Fungsi ginjal yang menurun dapat menyebabkan aluminium lebih sulit disaring dan berpotensi menumpuk di dalam tubuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA mewajibkan produsen mencantumkan peringatan bagi pengguna dengan penyakit ginjal. Peringatan tersebut ditujukan terutama bagi orang dengan fungsi ginjal 30 persen atau kurang, yang termasuk penyakit ginjal kronis stadium empat atau lima.

Bagi masyarakat yang masih merasa khawatir terhadap aluminium, deodoran dapat menjadi alternatif. Produk tersebut tidak menghentikan produksi keringat, tetapi dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau badan dan menutupi aroma tubuh.

Dengan demikian, aluminium dalam antiperspiran secara umum dinilai aman berdasarkan penelitian yang dirujuk. Namun, orang dengan penyakit ginjal stadium lanjut disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....