Pemakaian Sandal Jepit dan Fungsinya bagi Kesehatan Kaki

  • 31 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta-Sandal jepit menjadi salah satu jenis alas kaki yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bentuknya sederhana, ringan, mudah digunakan, dan biasanya menjadi pilihan untuk aktivitas santai seperti pergi ke warung, kamar mandi, pantai, atau kolam renang. Meski terlihat praktis, penggunaan sandal jepit ternyata tetap perlu diperhatikan agar kesehatan kaki tetap terjaga.

Salah satu fungsi sandal jepit adalah melindungi telapak kaki dari permukaan yang kotor, panas, atau berpotensi menyebabkan luka. American Podiatric Medical Association (APMA) menyarankan penggunaan sandal atau alas kaki ketika berada di sekitar kolam renang, pantai, ruang ganti, dan area umum lainnya untuk mengurangi risiko cedera serta paparan infeksi tertentu.

Sandal jepit juga dapat membantu mengurangi kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di tempat umum. Berjalan tanpa alas kaki di area basah atau fasilitas umum dapat meningkatkan paparan terhadap kutil plantar, kutu air, dan sejumlah infeksi pada kaki. Karena itu, sandal jepit cukup bermanfaat untuk aktivitas singkat di tempat-tempat tersebut.

Namun, manfaat sandal jepit bukan berarti alas kaki ini cocok digunakan untuk semua aktivitas. Sandal jepit pada umumnya memiliki bantalan dan penyangga lengkung kaki yang terbatas sehingga kurang ideal untuk berjalan jauh atau berdiri dalam waktu lama. APMA juga mengingatkan bahwa sandal jepit yang tipis dapat memberikan penyerapan guncangan dan dukungan lengkung kaki yang minim.

Penggunaan sandal jepit secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah pada kaki bagi sebagian orang. Sandal yang terlalu tipis atau kurang mendukung kaki dapat berhubungan dengan munculnya rasa nyeri pada tumit, terutama ketika digunakan untuk berjalan jauh. Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa sandal datar dan sandal jepit sebaiknya dihindari sebisa mungkin bagi orang yang mengalami plantar fasciitis, khususnya ketika harus berjalan dalam jarak jauh.

Selain itu, sandal jepit sebaiknya tidak digunakan untuk berolahraga, berkebun, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan perlindungan kaki dan kestabilan tinggi. Desain sandal yang terbuka membuat kaki lebih rentan mengalami cedera, sedangkan kurangnya penyangga dapat meningkatkan risiko kaki atau pergelangan terkilir ketika digunakan untuk aktivitas tertentu. Panasnya sinar matahari dan kotornya lingkungan luar bisa menyebabkan kaki jadi kering dan pecah-pecah, terutama pada bagian tumit.

Dikutip dari klikdokter.com , Senin 31 Agustus 2026, ada beberapa tips Dijelaskan oleh dr. Rio, untuk mengurangi semua risiko yang tadi disebutkan, ada beberapa tips memakai sandal jepit yang baik dan aman, seperti hndari memakai sandal jepit berukuran terlalu besar atau terlalu kecil. Sandal yang terlalu besar berisiko membuat Anda tersandung.

Sedangkan, sandal jepit yang terlalu kecil berisiko membuat kaki lecet dan mengalami perubahan bentuk pada kaki atau disebut Hallux Valgus. Hindari pemakaian sandal jepit terlalu lama. Bila ingin bepergian ke suatu tempat, gunakan sepatu olahraga atau sneakers agar perjalanan jadi lebih nyaman.

Pada akhirnya, sandal jepit tetap memiliki manfaat bagi kesehatan kaki apabila digunakan secara tepat dan sesuai kebutuhan. Alas kaki ini cocok untuk aktivitas ringan dan singkat, terutama ketika berada di area umum yang membutuhkan perlindungan dari permukaan lantai atau tanah. Jadi, jangan hanya melihat sandal jepit dari sisi praktis dan murah, tetapi perhatikan pula kenyamanan, ukuran, daya cengkeram, serta dukungan terhadap kaki agar penggunaannya tetap aman.

Sumber artikel

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....