Optimalisasi Kebugaran Tubuh Melalui Olahraga Sore Hari

  • 22 Agt 2026 19:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID,Surakarta - Meluangkan waktu untuk beraktivitas fisik di tengah kesibukan harian kerap menjadi tantangan tersendiri. Bagi sebagian besar pekerja maupun pelajar yang sulit menyisipkan sesi latihan pada pagi hari, sore hari menjadi waktu alternatif yang sangat potensial. Tidak sekadar memanfaatkan waktu senggang, secara biologis tubuh manusia sebenarnya berada pada kondisi fisik paling prima untuk berolahraga di sore hari.

Performa Otot Maksimal: Antara pukul 14.00 hingga 18.00, suhu tubuh mencapai titik puncaknya. Kondisi ini meningkatkan kelenturan otot, mempercepat respons refleks, serta mengoptimalkan kekuatan tubuh, sehingga risiko cedera seperti kram otot dapat diminimalkan.

Fungsi Paru-Paru Optimal: Penelitian menunjukkan bahwa kapasitas dan kerja paru-paru berada pada tingkat terbaik di sore hari. Hal ini memungkinkan pasokan oksigen ke seluruh jaringan tubuh mengalir lebih efisien selama latihan kardio.

Pelepas Stres dan Penjernih Pikiran: Setelah seharian menghadapi tekanan pekerjaan atau studi, aktivitas fisik di sore hari memicu pelepasan hormon endorfin dan merangsang produksi serotonin. Ini membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) secara signifikan.

Meningkatkan Kualitas Tidur: Olahraga di sore hari membantu meregulasi ritme sirkadian tubuh. Penurunan suhu tubuh secara bertahap setelah berolahraga akan memicu rasa kantuk alami yang lebih dalam (deep sleep) di malam hari.

Pilihan Jenis Latihan yang Cocok

Latihan Kardio (Jogging & Bersepeda): Membantu meningkatkan kesehatan jantung serta membakar kalori ekstra dari konsumsi makan siang.

Latihan Beban (Resistance Training): Memanfaatkan kekuatan otot yang sedang berada di puncaknya untuk pembentukan dan penguatan massa otot secara optimal.

Yoga dan Peregangan (Stretching): Sangat efektif merelaksasi otot-otot yang kaku akibat terlalu lama duduk di depan meja kerja.

Panduan Agar Sesi Olahraga Sore Tetap Aman

Atur Jeda Waktu Makan: Pastikan memberi jeda 2–3 jam setelah makan siang sebelum mulai berolahraga, atau konsumsi camilan ringan (seperti pisang) 30 menit sebelum latihan.

Jaga Hidrasi: Selalu penuhi asupan air putih sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi saat beraktivitas fisik di sore hari.

Beri Jeda Sebelum Tidur: Selesaikan latihan intensif setidaknya 2–3 jam sebelum waktu tidur malam agar detak jantung dan suhu tubuh kembali normal.(Aditya Wardhana)

Referensi & Sumber Bacaan

Chtourou, H., & Souissi, N. (2012). The effect of time of day on injury occurrence and athletic performance in team sports. Chronobiology International, 29(9), 1147–1157.

Teo, W., Newton, M. J., & McGuigan, M. R. (2011). Circadian rhythms in exercise performance: Implications for athletic training. Journal of Sports Science & Medicine, 10(4), 600–606.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....