Gandeng Muhammadiyah, Polda Jateng Buka Layanan Pengobatan Anak Kelainan Kaki

  • 18 Agt 2026 01:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Polda Jawa Tengah resmi meluncurkan Program Polda Jateng Peduli Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan Lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. Langkah kemanusiaan ini dihadirkan guna memperluas jangkauan layanan medis gratis sekaligus mencegah risiko kecacatan permanen pada anak sejak dini.

Dalam mengoperasikannya, Polda Jateng menggandeng Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Biddokkes, serta jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial di seluruh Jawa Tengah. Berdasarkan pemetaan Biddokkes Polda Jateng, tercatat sekitar 1.800 anak di Jawa Tengah mengidap kelainan posisi kaki CTEV pada tahun 2025.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, menginstruksikan seluruh jajaran Kapolres untuk segera memberikan pembekalan dan mengerahkan ribuan personel Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak penyisiran aktif (active case finding) hingga ke tingkat RT, RW, dan dusun.

"Seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah nantinya menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir. Mereka akan berkolaborasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan hingga menghubungkan pasien dengan layanan penanganan yang tersedia," kata Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam pers rilis yang diterima RRI, Senin 17 Agustus 2026.

Penggunaan jaringan polisi pembina masyarakat ini mengadaptasi keberhasilan metode penanganan tuberkulosis yang pernah diterapkan Polda Jateng sebelumnya. Kapolda meminta para jajaran Kapolres bergerak cepat agar pembekalan teknis segera selesai dan personel lapangan bisa langsung menyisir pemukiman warga.

"Para Kapolres, setelah ini segera menginstruksikan Bhabinkamtibmas. Dilatih dulu Bhabinkamtibmasnya bersama Kasidokkes, nanti koordinasi dan kolaborasi dengan saudara-saudara kita di daerah," ujarnya.

Melalui skema rujukan aktif ini, setiap anak yang terindikasi CTEV akan dikawal hingga mendapatkan penanganan medis secara cuma-cuma di Rumah Sakit Bhayangkara maupun jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Jawa Tengah.

"Bagi masyarakat yang mengetahui atau memiliki keluarga yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir, silakan segera menghubungi layanan Polisi 110 atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing. Nanti akan kita tindak lanjuti bersama-sama dengan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan rumah sakit yang telah bekerja sama, sehingga anak-anak tersebut bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara gratis termasuk mendapatkan sepatu khusus secara gratis juga," ucap Kapolda.

Ia mewanti-wanti agar tidak ada anak di Jawa Tengah yang terabaikan masa depannya hanya karena faktor keterbatasan informasi atau akses ekonomi orang tua.

"Jangan sampai ada anak yang sebenarnya bisa ditangani tetapi tidak mendapatkan pelayanan karena keterbatasan informasi atau akses. Mari bersama-sama kita temukan, kita dampingi, dan kita berikan penanganan yang terbaik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ujar Irjen Pol Ribut.

Wakil Ketua I MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., menilai kolaborasi ini sebagai model penyisiran yang sangat efektif dalam menyelematkan fisik anak-anak Indonesia.

"Melalui peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, deteksi dini, edukasi, pendampingan dan rujukan diharapkan dapat diperkuat sehingga semakin banyak anak memperoleh penanganan sejak dini dan terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang," ujar Prof. Fachmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....