Budaya Minum Teh Yerba Mate

  • 05 Agt 2026 07:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Teh yerba mate merupakan minuman tradisional yang berasal dari daun Ilex paraguariensis, tanaman asli Amerika Selatan. Minuman ini telah dikonsumsi selama berabad-abad oleh masyarakat Guaraní sebelum kemudian menyebar ke Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Brasil sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Budaya minum yerba mate tidak hanya sekadar menikmati teh, tetapi juga menjadi simbol persahabatan, kebersamaan, dan rasa saling percaya. Dalam tradisi khasnya, satu wadah mate dan sedotan logam yang disebut bombilla digunakan secara bergantian oleh beberapa orang sebagai bentuk penghormatan dan ikatan sosial.

Dilansir dari situs Alodokter Rabu (5 Agustus 2026), di berbagai negara Amerika Selatan, yerba mate hadir dalam dua cara penyajian utama, yaitu mate yang diseduh dengan air panas dan tereré yang menggunakan air dingin, terutama populer di Paraguay. Tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat dan sering dinikmati saat berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

Selain nilai budayanya, masih dilansir dari situs yang sama, yerba mate juga dikenal mengandung kafein, polifenol, vitamin, dan mineral yang memberikan efek menyegarkan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidannya berpotensi mendukung kesehatan, meskipun konsumsi berlebihan, terutama dalam suhu yang sangat panas, tetap perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat, popularitas yerba mate kini meluas ke berbagai negara di luar Amerika Selatan. Meski telah menjadi minuman modern yang dipasarkan secara global, nilai utama yerba mate tetap terletak pada tradisi berbagi, keramahan, dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (LPU_Aldi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....