Obesitas Balita Ancam Tumbuh Kembang Anak
- 30 Jul 2026 20:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Obesitas pada anak balita masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Tidak sedikit orang tua menganggap tubuh yang gemuk sebagai tanda anak sehat, padahal kondisi tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan sejak usia dini. Karena itu, pemantauan berat badan dan tinggi badan secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah obesitas.
Balita yang mengalami obesitas berisiko menghadapi berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme, diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung saat dewasa.
Selain itu, kelebihan berat badan dapat menghambat aktivitas fisik anak sehingga perkembangan motoriknya tidak optimal. Dampaknya juga dapat memengaruhi kepercayaan diri ketika anak mulai memasuki usia sekolah.
Hasil penelitian yang dilakukan Sri Mulyani, Mujahidatul Musfiroh, Erindra Budi Cahyanto, Ika Sumiyarsi, dan Angesti Nugraheni dalam Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, Universitas Sebelas Maret (2020) menemukan bahwa obesitas memiliki hubungan signifikan dengan perkembangan motorik kasar pada anak balita.
Penelitian tersebut menyebutkan anak balita yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih besar mengalami keterlambatan perkembangan motorik dibandingkan anak dengan berat badan normal.
Penelitian lain oleh Lea Morry Br. Ginting dan Besral dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Universitas Negeri Semarang tahun 2020 menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif berperan dalam menurunkan risiko obesitas pada anak balita.
Temuan tersebut memperkuat pentingnya pola asuh dan pemberian nutrisi sejak awal kehidupan sebagai upaya pencegahan obesitas.
Para ahli mengingatkan, pencegahan obesitas tidak hanya dilakukan dengan membatasi makanan manis atau berlemak.
Orang tua juga perlu membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, membatasi minuman berpemanis, serta mengajak anak aktif bergerak setiap hari. Pemeriksaan pertumbuhan di posyandu atau fasilitas kesehatan juga membantu mendeteksi gangguan gizi sejak dini.
Dengan meningkatnya kesadaran keluarga terhadap pola makan dan gaya hidup sehat, risiko obesitas pada balita dapat ditekan. Anak pun memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, aktif, dan berkembang sesuai usianya. (Arifin)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....