Kasus Tuberkulosis di Sragen Bagai Fenomena Gunung Es

  • 28 Jul 2026 11:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kasus Tuberkulosis – TBC di Sragen bagai fenomena gunung es yang harus dibongkar atau kita selesaikan secara bersama.

Hal itu terungkap pada komentar pagi RRI Surakarta yang disampaikan editor Katim Pemberitaan RRI Surakarta Agus Yoga Selasa (28 Juli 2026).

Jika kita simak data terbaru kasus TBC Sragen 2025-2026 berdasarkan Dinas Kesehatan Sragen angkanya terus menunjukan peningkatan.

Tahun 2023 kasus yang ditemukan 1.183 kasus, tahun 2024 1.684 kasus, tahun 2025 terdapat 1.848 kasus. Sementara pada semester pertama, Januari hingga Juni 2026 tercatat 907 kasus. Ironisnya sejumlah data kasus tersebut belum semua terdeteksi atau ditemukan.

“Kondisi itu jelas merupakan fakta penting, fenomena gunung es disini dikandung maksud masih banyak kasus yang belum terlacak,” kata Agus Yoga.

Untuk diketahui target eliminnasi Sragen 2030, namun capaian temuan 2025 baru 65,5 persen dari target 2.384 kasus.

Pertanyaaannya kenapa kasus TBC di Sragen naik? Temuan kasus TBC di Sragen karena langkah skrining aktif digencarkan. Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat melakukan evaluasi setiap seminggu serta adanya program Cek Kesehatan Gratis/CKG.

Gerak cepat, jika diketahui ada 1 kasus, pihak terkait segara beraksi melacak 20 orang di sekitarnya. Dampaknya kesadaran naik dan warga mulai berani periksa karena stigma dikurangi.

Guna pencegahan kasus TBC lebih meluas, Agus Yoga berharap pemerintah daerah setempat diharapkan menerapkan strategi "TOSS TBC" = Temukan, Obati, Sampai Sembuh.

Selain itu harpanya, jika dimungkinkan Bhabinkamtibmas membentuk Satgas Tracer TB Paru. Kemudian lakukan pengobatan gratis. Obat TBC tersedia gratis di semua Puskesmas dan RS pemerintah. Tak luput untuk wujudkan zero TBC lakukan kolaborasi lintas sektor mulai dari Dinkes, Ruamh Sakit, Puskesmas, Kepolisian bahkan sebagian Dana Desa untuk penanganan TBC. Sebagai sosialisasi lakukan kampanye pada CFD, senam masal atau lakukan skrining gratis.

Untuk diketahui jika batuk lebih dari 2 minggu, nafsu makan turun dan berat badan turun segera periksa ke Puskesmas.

Berharap, selaku warga masyarakat juga turut serta pencegahan kasus TBC melalui "3M LAWAN TBC" dengan deteksi dini ajak keluarga atau tetangga periksa kalau batuk lama.

Tak luput lakukan PHBS - buka jendela supaya ada sinar matahari, pakai masker kalau batuk, jangan buang dahak sembarangan serta jangan kucilkan penderita. Dukung minum obat sampai tuntas,” diakhir komentar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....