Apakah Baik untuk Kesehatan Banyak Mengonsumsi Biskuit
- 24 Jul 2026 11:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta-Biskuit merupakan salah satu makanan ringan yang banyak digemari karena praktis, mudah dibawa, dan memiliki cita rasa yang beragam. Biskuit sering dijadikan teman minum teh atau kopi, bekal perjalanan, hingga camilan di sela-sela aktivitas. Namun, muncul pertanyaan, apakah mengonsumsi biskuit dalam jumlah banyak baik untuk kesehatan? Jawabannya bergantung pada jenis biskuit, kandungan gizinya, serta seberapa sering dan banyak biskuit dikonsumsi.
Pada dasarnya, biskuit mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi. Beberapa jenis biskuit juga diperkaya dengan vitamin, mineral, atau serat sehingga memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan biskuit biasa. Namun, sebagian besar biskuit kemasan juga mengandung gula, lemak jenuh, dan natrium (garam) dalam jumlah yang cukup tinggi. Oleh karena itu, biskuit sebaiknya tidak dijadikan pengganti makanan utama, melainkan hanya sebagai camilan dalam porsi yang wajar.
Dilansir dari laman https://kemkes.go.id/ (Kamis,23/07/2026) mengonsumsi biskuit secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian tanpa disadari. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, risiko kelebihan berat badan hingga obesitas dapat meningkat. Selain itu, tingginya kandungan gula dan lemak pada beberapa produk biskuit juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya. Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular.
Meski demikian, bukan berarti semua biskuit harus dihindari. Konsumen dapat memilih biskuit yang mengandung gandum utuh (whole grain), tinggi serat, rendah gula, serta rendah lemak jenuh. Membiasakan membaca Informasi Nilai Gizi pada kemasan juga menjadi langkah bijak agar dapat mengetahui kandungan energi, gula, natrium, dan lemak dalam setiap sajian. Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada klaim kemasan, tetapi tetap memeriksa label gizinya terlebih dahulu.
Selain memilih produk yang lebih sehat, porsi konsumsi juga perlu diperhatikan. Biskuit sebaiknya dikonsumsi secukupnya sebagai camilan, bukan sebagai makanan utama. Mengombinasikan camilan dengan buah-buahan segar, kacang-kacangan tanpa tambahan garam atau gula, serta memperbanyak konsumsi air putih merupakan pilihan yang lebih baik untuk menjaga keseimbangan gizi harian.
Kesimpulannya, banyak mengonsumsi biskuit tidak dapat dikatakan baik untuk kesehatan apabila dilakukan secara berlebihan. Biskuit tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat apabila dipilih dengan cermat, dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, serta diimbangi dengan makanan bergizi seimbang dan gaya hidup aktif. Kunci utamanya bukan terletak pada jenis makanannya saja, tetapi juga pada kebiasaan mengonsumsi yang bijaksana agar kesehatan tubuh tetap terjaga dalam jangka panjang.( tono_LPU).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....