Faktor Penyebab Diabetes pada Anak Muda yang Harus Diwaspai

  • 18 Jul 2026 05:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Diabetes kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus diabetes pada anak muda terus menjadi perhatian karena dipengaruhi perubahan pola hidup, pola makan, hingga faktor keturunan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan perlu dilakukan sejak usia dini. Kesadaran menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko munculnya penyakit yang dapat memicu berbagai komplikasi tersebut.

Mengutip situs resmi dari Kementerian Kesehatan ayosehat.kemenkes.go.id (diakses pada 14 Juli 2026), terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan diabetes semakin banyak menyerang generasi muda.

Pertama, malnutrisi atau masalah gizi sejak lahir dapat menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes pada anak-anak sehingga perlu mendapat perhatian sejak masa pertumbuhan.

Kedua, pola makan yang tidak seimbang juga menjadi penyebab utama. Konsumsi makanan manis, makanan olahan, serta makanan rendah serat dapat meningkatkan kadar gula darah sekaligus memperbesar risiko diabetes.

Ketiga, kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Gaya hidup yang minim olahraga juga mempercepat munculnya berbagai gangguan metabolisme.

Keempat, obesitas menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Penumpukan lemak, terutama di sekitar perut, meningkatkan risiko diabetes pada anak dan remaja, meski penderita diabetes tipe 5 tidak selalu mengalami obesitas karena sebagian di antaranya bertubuh kurus.

Kelima, faktor genetik turut berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes. Riwayat penyakit ini tidak hanya diturunkan dari orang tua, tetapi juga dapat berasal dari kakek atau nenek sehingga muncul kembali pada generasi berikutnya.

Keenam, perubahan gaya hidup modern ikut memicu peningkatan kasus diabetes di kalangan generasi muda. Pola makan yang kurang sehat, minim aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres menjadi kombinasi yang memperbesar risiko penyakit tersebut.

Masyarakat diimbau untuk menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menurunkan risiko diabetes sekaligus menjaga kualitas hidup sejak usia muda. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....