Color Noise: Suara Bising yang ternyata Punya Warna

  • 14 Jul 2026 09:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pernahkah pembaca rri.co.id mendengar suara statis tv, desiran ombak, suara hujan, atau mungkin suara gemuruh? Itulah contoh dari apa yang disebut "color noise". Meski terdengar asing, kita sering mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan “noise” atau kebisingan yang mengganggu, color noise adalah suara bising yang memiliki berbagai frekuensi tertentu.

Dilansir dari IEEE Technology Navigator Selasa (14 Juli 2026) istilah color noise diambil dari analogi warna cahaya. Jika cahaya punya warna karena panjang gelombang yang berbeda, maka suara statis punya warna karena frekuensi suara yang berbeda. Tiga jenis color noise yang paling populer adalah white noise, pink noise dan brown noise.

Dilansir dari verywell health (Kara Mayer R, 2024), white noise adalah noise yang mengandung semua frekuensi dengan intensitas yang sama. Berbagai penelitian juga menunjukan bahwa white noise dapat meningkatkan kualitas tidur. Dalam kehidupan sehari-hari, suara statis tv dan radio, dengungan AC, dan suara penyedot debu merupakan contoh dari white noise.

Masih dari verywell health, yang membedakan white noise dan pink noise adalah intensitas frekuensinya. Frekuensi nada rendah pada pink noise memiliki intensitas sedikit lebih tinggi dari pada frekuensi nada tingginya. Hal ini membuat pink memiliki suara yang lebih lembut yang dianggap lebih menenangkan daripada white noise bagi sebagian orang. Suara alam seperti hujan, angin, dan gelombang laut adalah conton dari pink noise.

Diantara 2 color noise populer lainnya, ada brown noise memiliki frekuensi suara yang lebih berat, dalam, dan kuat. Dikutip dari earpros, brown noise memiliki penurunan intensitas sekitar 6Db per oktaf, menghasilkan kontras yang lebih signifikan antara frekuensi rendah dan tinggi daripada white noise dan pink noise.

Meskipun banyak klaim tentang manfaat masing-masing color noise, penting untuk diingat bahwa penelitian ilmiah tentang efektivitasnya masih terus berkembang. Beberapa studi menunjukkan bahwa efeknya sangat subjektif dan tidak selalu berbeda secara signifikan antara satu warna noise dengan yang lainnya. Yang terpenting adalah mencoba berbagai jenis noise dan menemukan sendiri mana yang cocok sesuai kebutuhan dan selera anda. (Azzam LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....