Fakta tentang Lemak Baik dan Lemak Jahat

  • 30 Jun 2026 22:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Lemak kerap mendapat cap sebagai penyebab berbagai penyakit. Padahal, tidak semua lemak berdampak buruk bagi tubuh. Ada lemak yang justru berperan menjaga kesehatan jantung, sementara jenis lainnya perlu dibatasi karena meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Lemak baik umumnya berasal dari lemak tak jenuh, seperti yang terdapat pada ikan, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Jenis lemak ini membantu meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi membawa kelebihan kolesterol kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.

Sebaliknya, lemak jahat identik dengan lemak jenuh dan lemak trans yang banyak ditemukan pada makanan cepat saji, gorengan, serta makanan olahan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang memicu penumpukan plak di pembuluh darah sehingga memperbesar risiko penyakit jantung.

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan R.T. Ayu Dewi Sartika dan Fatmah dari Universitas Indonesia dalam Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia tahun 2020. Penelitian itu menyebutkan bahwa kadar HDL yang rendah berkaitan dengan meningkatnya risiko aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular, sementara pola hidup sehat berperan penting dalam menjaga kadar HDL tetap optimal.

Hasil kajian lain juga memperkuat pentingnya memilih jenis lemak yang tepat. Lilin Intan Sahara dan Rany Adelina dalam Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi terbitan Universitas Binawan tahun 2021 menyimpulkan bahwa konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berhubungan dengan perubahan profil lemak darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Para ahli gizi mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan lemak sebagai sumber energi, pembentuk hormon, dan penyerap vitamin A, D, E, serta K. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan menghindari lemak sepenuhnya, melainkan memilih sumber lemak yang lebih sehat dan mengonsumsinya dalam jumlah seimbang.

Dengan memahami perbedaan lemak baik dan lemak jahat, masyarakat dapat lebih bijak menentukan pola makan sehari-hari. Langkah sederhana seperti mengurangi makanan tinggi lemak trans dan memperbanyak konsumsi lemak tak jenuh dapat menjadi investasi penting untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. (Arifin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....