Sikat Gigi dan Shower Jadi Sarang Virus? Jangan Panik Dulu

  • 30 Jun 2026 21:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Sikat gigi dan shower merupakan dua benda yang hampir setiap hari bersentuhan dengan tubuh. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan fakta mengejutkan bahwa keduanya menjadi tempat hidup bagi beragam jenis virus, bahkan sebagian di antaranya belum pernah dikenal oleh dunia sains.

Temuan dari jurnal Frontiers in Microbiomes yang dirilis dalam laman Science Alert (sciencealert.com) mengemukakan tim peneliti menganalisis komunitas mikroba dari 96 kepala shower dan 34 sikat gigi. Hasilnya, mereka menemukan keragaman virus yang sangat tinggi, terutama pada sikat gigi.

Meski terdengar mengkhawatirkan, keberadaan virus pada sikat gigi dan shower bukan berarti benda-benda tersebut otomatis berbahaya bagi kesehatan. Sebagian besar virus yang ditemukan merupakan bakteriofag, yaitu virus yang menginfeksi bakteri, bukan manusia. Keberadaan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus memang merupakan bagian alami dari lingkungan, termasuk di dalam rumah.

Banyak virus yang ditemukan masih sangat sedikit diketahui, bahkan beberapa di antaranya benar-benar baru bagi ilmu pengetahuan. Menurutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa keanekaragaman mikroorganisme ternyata ada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di kamar mandi.

Penelitian juga mengungkap bahwa virus pada sikat gigi berbeda dengan yang ditemukan di kepala shower. Virus pada sikat gigi umumnya berkaitan dengan bakteri yang berasal dari rongga mulut manusia. Sementara itu, mikroorganisme pada shower lebih banyak berasal dari lingkungan dan sistem distribusi air, yang dalam beberapa kasus dapat membawa bakteri penyebab penyakit.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan dengan menggunakan disinfektan secara berlebihan. Dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar mikroba tidak menyebabkan penyakit. Penggunaan disinfektan yang terlalu sering justru dikhawatirkan dapat mendorong mikroorganisme menjadi lebih kebal atau resisten terhadap upaya pengendalian.

Sebagai langkah sederhana, para ahli tetap menyarankan untuk menjaga kebersihan kamar mandi, membersihkan kepala shower secara berkala, serta mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan atau lebih cepat jika bulunya sudah rusak. Kebiasaan tersebut dinilai cukup untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berlebihan tanpa perlu merasa takut terhadap keberadaan mikroba yang memang menjadi bagian dari lingkungan sehari-hari. (Hil)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....