Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

  • 30 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID., Surakarta - Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dapat mengganggu fungsi organ, menurunkan konsentrasi, hingga memicu masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

Karena itu, mengenali tanda-tanda dehidrasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan. Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah rasa haus yang berlebihan.

Namun, ketika rasa haus muncul, tubuh sebenarnya sudah mulai mengalami kekurangan cairan. Selain itu, mulut terasa kering, bibir pecah-pecah, dan tenggorokan tidak nyaman juga menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan asupan air.

Warna urine juga dapat menjadi indikator sederhana untuk mengetahui kondisi hidrasi. Urine yang berwarna kuning pekat hingga gelap menunjukkan tubuh berpotensi mengalami dehidrasi. Sebaliknya, urine yang berwarna kuning muda atau jernih umumnya menandakan kebutuhan cairan tubuh masih tercukupi.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah tubuh terasa lemas, mudah lelah, sakit kepala, hingga sulit berkonsentrasi. Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi dapat menyebabkan denyut jantung meningkat, tekanan darah menurun, serta muncul rasa pusing saat berdiri.

Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian yang dilakukan Mutiara Mayangsari Putri Aditya, Sumardi, dan Satryo Budi Utomo dari Universitas Jember dalam jurnal MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science (2021) menjelaskan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan penurunan fungsi kerja tubuh.

Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa warna urine merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi dehidrasi secara dini.

Temuan serupa disampaikan Rizal Maulana, Muhammad Rheza Caesardi, dan Eko Setiawan dari Universitas Brawijaya melalui Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (2021). Mereka menyebutkan bahwa identifikasi dini dehidrasi dapat dilakukan melalui beberapa parameter, seperti warna urine, denyut jantung, dan laju pernapasan sehingga penanganan dapat diberikan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat.

Untuk mencegah dehidrasi, masyarakat dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas fisik. Jangan menunggu hingga merasa sangat haus untuk minum, karena menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan cara sederhana menjaga kesehatan dan kebugaran. (Arifin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....