Skincare Anak Tak Boleh Asal, Ini Panduan Ahlinya

  • 30 Mei 2026 17:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tren penggunaan produk perawatan kulit atau skincare kini mulai merambah ke kalangan anak-anak. Banyak anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga remaja yang mulai aktif menggunakan skincare.

Fenomena ini terjadi akibat derasnya arus informasi di media sosial. Namun, apakah anak-anak sebenarnya membutuhkan produk skincare?

Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetika (DVE) RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, dr. Ambar Ali Wardani, Sp.DVE dalam dialog Obrolan Astacita, Selasa, 26 Mei 2026, mengatakan tujuan utama skincare pada anak bukan untuk kosmetik. Bukan untuk kulitnya jadi lebih putih atau lebih glowing.

"Prinsip perawatan kulit anak adalah less is better atau sesederhana mungkin. Setidaknya ada tiga tahapan utama yang dibutuhkan oleh kulit anak. Meliputi pembersihan (cleansing), pelembaban (moisturizing), dan perlindungan (protecting)," ujarnya.

Untuk pembersihan, anak-anak cukup menggunakan sabun mandi dengan formula yang lembut. Orang tua disarankan menghindari sabun yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Pilih sabun dengan pH seimbang serta minimal kandungan parfum atau pewarna. Sabun yang baik harus tetap memberikan sensasi lembab setelah dibilas.

Durasi mandi anak juga harus diperhatikan agar kelembaban alami kulit tetap terjaga. Mandi yang ideal direkomendasikan maksimal selama 10 menit saja. Air yang digunakan sebaiknya air dingin atau air hangat kuku. Penggunaan sabun antiseptik harian juga tidak disarankan kecuali saat terjadi infeksi kulit.

Setelah dibersihkan, penggunaan pelembab menjadi sangat penting untuk mengunci kadar air. Pelembab juga berfungsi mempertahankan kekuatan skin barrier atau lapisan terluar kulit. Untuk perawatan harian, pelembab berbahan dasar lotion sangat cocok untuk kulit normal. Sementara itu, penggunaan minyak telon pada bayi hanya boleh untuk area tertentu.

Tahap terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah perlindungan menggunakan tabir surya (sunscreen). Untuk anak-anak di atas usia 6 bulan, jenis yang direkomendasikan adalah physical sunscreen. Jenis ini dinilai lebih aman dan minim risiko iritasi bagi kulit anak. Kandungan utamanya biasanya berupa zinc oxide atau titanium dioxide.

"Pada anak, pilihan produk sunscreen yang direkomendasikan adalah yang nonchemical, jadi lebih ke physical sunscreen," kata dr. Ambar.

Physical sunscreen bekerja langsung setelah dioleskan tanpa harus menunggu lama. Meskipun sering memberikan efek white cast atau keabu-abuan, jenis ini paling aman. Orang tua dilarang memberikan skincare dewasa yang mengandung bahan aktif seperti anti-aging. Hal ini dikarenakan formula dewasa tidak sesuai dengan kebutuhan kulit anak.

Memasuki usia remaja, masalah kulit seperti komedo dan jerawat mulai muncul. Kondisi ini dipicu oleh mulai aktifnya hormon androgen dalam tubuh. Dr. Ambar mengingatkan agar para remaja tidak sembarangan memencet jerawat. Penanganan jerawat yang salah bisa memicu bopeng seumur hidup.

Orang tua diimbau tidak ikut-ikutan tren (FOMO) dalam membelikan skincare anak. Jika muncul masalah kulit yang tidak membaik, segera lakukan konsultasi. Masyarakat Surakarta dapat memasyarakatkan konsultasi ke dokter spesialis kulit terdekat. Perawatan kulit yang tepat sejak dini merupakan investasi jangka panjang. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....