Bahaya Mengkuncir Rambut pada Anak-Anak

  • 22 Mei 2026 22:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Menguncir rambut anak memang praktis dan membuat penampilan terlihat rapi. Banyak orang tua memilih gaya rambut kuncir untuk sekolah, bermain, atau aktivitas sehari-hari. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau terlalu kencang, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan rambut dan kulit kepala anak.

Dikutip dari pakarkesehatanrambut.id Jum'at (22 Mei 2026) kulit kepala anak masih sensitif dan folikel rambutnya belum sekuat orang dewasa. Tarikan yang terus-menerus pada akar rambut dapat menyebabkan iritasi, rasa nyeri, hingga kerusakan rambut permanen bila dibiarkan dalam jangka panjang.

Bahaya mengkuncir rambut terlalu kencang dapat menyebabkan rambut rontok, kunciran yang terlalu kuat menarik akar rambut secara terus-menerus. Kondisi ini dapat menyebabkan kerontokan yang dikenal sebagai traction alopecia, yaitu rambut rontok akibat tarikan berulang. Awalnya rambut tampak menipis di bagian depan atau sekitar pelipis. Jika terus terjadi, rambut bisa sulit tumbuh kembali.

Menimbulkan sakit kepala, sebagian anak mengeluhkan kepala terasa sakit setelah rambut dikuncir lama. Tarikan pada kulit kepala dapat memicu ketegangan pada saraf dan otot di sekitar kepala sehingga anak merasa tidak nyaman.

Kulit kepala menjadi iritasi, penggunaan ikat rambut yang kasar atau terlalu ketat dapat menyebabkan kulit kepala kemerahan, gatal, bahkan lecet kecil. Anak-anak sering kali belum mampu mengungkapkan rasa tidak nyaman dengan jelas, sehingga orang tua perlu lebih peka.

Rambut mudah patah, kunciran yang terlalu sering membuat batang rambut mengalami tekanan pada titik tertentu. Akibatnya rambut menjadi rapuh, bercabang, dan mudah patah. Mengganggu kenyamanan anak, anak yang aktif bergerak membutuhkan kenyamanan saat bermain dan belajar. Kunciran yang terlalu ketat dapat membuat anak rewel, sulit fokus, atau terus-menerus menarik rambutnya sendiri.

Berikut merupakan tanda-tanda kunciran terlalu ketat, orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut: Anak mengeluh sakit kepala, ada bekas merah di kulit kepala, rambut tampak tertarik kuat ke belakang, anak sering menggaruk kepala, rambut mulai menipis di area tertentu. Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya longgarkan gaya rambut anak.

Berikut tips aman mengikat rambut anak: Gunakan ikat rambut yang lembut, pilih bahan yang tidak kasar dan tidak memiliki bagian logam tajam, jangan mengikat terlalu kencang, pastikan rambut masih bisa bergerak sedikit dan anak tetap merasa nyaman. Memvariasikan gaya rambut juga membantu untuk mengistirahatkan rambut anak, jangan selalu menguncir di posisi yang sama setiap hari agar tekanan pada rambut tidak terfokus pada satu area. Sisir rambut dengan perlahan dan hindari menarik rambut saat menyisir, terutama ketika rambut kusut.

Seperrti yang disampaikan Reni pemilik sebuah salon di Kota Karanganyar mengatakan “Menguncir rambut anak bukanlah hal yang dilarang, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang benar. Kunciran yang terlalu ketat dan terlalu sering dapat berdampak pada kesehatan rambut serta kenyamanan anak” (Kamis, 14 Mei 2026). Dengan memilih gaya rambut yang lebih longgar dan memberi waktu istirahat pada rambut, orang tua dapat menjaga kesehatan kulit kepala anak sejak dini. (Nining Wulandari_LPU)

Sumber:

  1. pakarkesehatanrambut.id
  2. reni
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....