Bolehkah Kita Melewatkan Sarapan, Apa Dampaknya?
- 30 Apr 2026 18:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sarapan sering dianggap sepele, padahal berperan penting bagi tubuh. Kebiasaan ini memengaruhi metabolisme dan keseimbangan energi harian.
Tinjauan sistematis oleh Tatiana Palotta Minari dan Luciana Pellegrini Pisani menunjukkan dampak luasnya. Studi itu menganalisis 66 penelitian tentang kebiasaan melewatkan sarapan.
Secara fisiologis, sarapan berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi dan mengatur hormon tubuh. Ketika seseorang tidak sarapan, tubuh mengalami perubahan hormonal yang memengaruhi rasa lapar dan kontrol energi. Kondisi ini dapat memicu peningkatan asupan makanan di waktu berikutnya, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Sementara itu , tanpa sarapan, tubuh bisa mengalami gangguan pengaturan gula darah. Kondisi ini dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.
Sarapan berkaitan erat dengan jam biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi, termasuk metabolisme dan hormon. Ketika sarapan dilewatkan, ritme ini terganggu, yang dapat berdampak pada peningkatan hormon stres seperti kortisol, serta memicu peradangan dalam tubuh.
Tak hanya fisik, dampaknya juga berpengaruh pada aspek mental. Studi menunjukkan bahwa kebiasaan tidak sarapan berkaitan dengan penurunan konsentrasi, gangguan memori, hingga meningkatnya risiko gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi. Hal ini terjadi karena otak membutuhkan pasokan energi yang stabil di pagi hari untuk bekerja optimal.
Dalam aspek sosial, sarapan mencerminkan kualitas pola hidup. Individu yang rutin sarapan cenderung memiliki performa lebih baik.
Meski begitu, faktor lain tetap memengaruhi hasil penelitian tersebut. Gaya hidup dan aktivitas fisik juga berperan penting.
Sarapan menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Memulai hari dengan nutrisi cukup membantu tubuh bekerja optimal. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....