Perbedaan Kompres Dingin dan Hangat, Jangan Sampai Salah!
- 27 Apr 2026 10:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kompres menjadi salah satu metode sederhana yang sering digunakan untuk meredakan berbagai keluhan kesehatan. Namun, penggunaannya tidak bisa disamakan karena kompres dingin dan kompres hangat memiliki fungsi yang berbeda.
Menurut artikel kesehatan oleh RSI Surabaya, kompres dingin bekerja dengan cara menurunkan suhu jaringan tubuh sehingga aliran darah di area tersebut melambat. Kondisi ini membantu mengurangi pembengkakan, nyeri, serta peradangan yang biasanya terjadi setelah cedera.
Sementara itu, dikutip dari laman Alodokter, kompres hangat justru memberikan efek sebaliknya, yakni meningkatkan aliran darah pada area yang dikompres. Peningkatan aliran darah tersebut dapat membantu merilekskan otot, mengurangi kekakuan, dan mempercepat proses pemulihan jaringan.
Lebih lanjut, menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal di Universitas Tribhuwana Tunggadewi, kompres dingin umumnya digunakan pada kondisi cedera akut seperti memar atau keseleo. Penggunaan ini efektif terutama dalam 24 hingga 48 jam pertama setelah cedera terjadi untuk menekan pembengkakan.
Sebaliknya, kompres hangat lebih dianjurkan untuk kondisi non-akut, seperti nyeri otot, kaku sendi, atau nyeri haid. Menurut Alodokter, penggunaan kompres hangat pada fase awal cedera justru dapat memperparah pembengkakan karena meningkatkan aliran darah.
Dari segi durasi, baik kompres dingin maupun hangat umumnya dilakukan selama 15 hingga 20 menit. Menurut RSI Surabaya, penggunaan yang terlalu lama berisiko menyebabkan iritasi kulit atau efek yang tidak diinginkan.
Dengan demikian, pemilihan jenis kompres harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami. Kesalahan dalam penggunaan, seperti memberikan kompres hangat pada cedera baru, dapat memperburuk keadaan dan menghambat proses penyembuhan. (CA)
Referensi :
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....