Terlalu Lama Duduk, Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan meski Sudah Rajin Olahraga

  • 25 Apr 2026 15:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Duduk dalam waktu lama kini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan. Meski seseorang sudah memenuhi anjuran aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama tetap berisiko mengganggu kesehatan metabolik.

Fenomena ini diungkap dalam penelitian berjudul Too Much Sitting: The Population-Health Science of Sedentary Behavior oleh Neville Owen dan tim. Studi tersebut menyoroti bahwa perilaku sedentari atau kebiasaan minim gerak memiliki dampak tersendiri yang berbeda dari sekadar kurang olahraga.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa “orang dewasa dapat memenuhi pedoman aktivitas fisik, tetapi jika duduk dalam waktu lama, kesehatan metaboliknya tetap terganggu.” Artinya, olahraga saja tidak cukup jika diimbangi dengan kebiasaan duduk berjam-jam, seperti saat bekerja, menonton televisi, atau berkendara.

Para peneliti menegaskan bahwa “terlalu banyak duduk adalah hal yang berbeda dari terlalu sedikit berolahraga.” Dengan kata lain, seseorang bisa saja rutin berolahraga, tetapi tetap berisiko jika sebagian besar waktunya dihabiskan dalam posisi duduk.

Penelitian juga menemukan hubungan antara durasi duduk yang tinggi dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kematian dini. Aktivitas seperti menonton televisi dalam waktu lama bahkan dikaitkan dengan peningkatan kadar gula darah, trigliserida, serta lingkar pinggang.

“Waktu duduk, menonton TV, dan duduk di kendaraan berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini,” tulis penelitian tersebut.

Menariknya, penelitian ini juga memperkenalkan istilah Active Couch Potato, yakni kondisi seseorang yang aktif berolahraga tetapi tetap memiliki kebiasaan duduk dalam waktu lama.

Contohnya adalah pekerja kantoran yang rutin jogging, tetapi duduk sepanjang hari di kantor dan kembali duduk saat bersantai di rumah. Dalam kondisi ini, manfaat olahraga dapat berkurang akibat efek negatif dari duduk yang berkepanjangan.

Secara fisiologis, duduk terlalu lama dapat mengganggu fungsi tubuh. Salah satunya adalah menurunnya aktivitas enzim penting yang membantu metabolisme lemak dan gula.

Penelitian menyebutkan bahwa kurangnya kontraksi otot saat duduk dapat “menekan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan mengurangi penyerapan glukosa.”

Hal ini berkontribusi pada peningkatan risiko gangguan metabolik. Meski penelitian masih terus berkembang, para ahli sepakat bahwa mengurangi waktu duduk merupakan langkah penting menjaga kesehatan.

Tidak harus selalu olahraga berat, aktivitas ringan seperti berdiri, berjalan santai, atau peregangan secara berkala dapat membantu. Penelitian juga menunjukkan bahwa “memecah waktu duduk dengan aktivitas singkat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.”

Perubahan lingkungan modern, mulai dari teknologi, transportasi, hingga pola kerja, telah membuat manusia semakin banyak duduk. Karena itu, kesadaran untuk lebih aktif bergerak dalam keseharian menjadi kunci utama menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan memahami risiko ini, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga mengurangi durasi duduk dalam aktivitas sehari-hari. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....