Paparan Blue Light dari Gadget Bisa Ganggu Tidur, Ini Penjelasannya

  • 21 Apr 2026 10:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan gadget sebelum tidur sudah jadi kebiasaan banyak orang. Mulai dari scrolling media sosial hingga menonton video, aktivitas ini terasa “wajar” dilakukan menjelang waktu istirahat. Namun, di balik itu, ada satu hal yang sering luput diperhatikan: paparan blue light atau cahaya biru dari layar elektronik yang bisa mengganggu kualitas tidur.

Mengutip informasi dari Sleep Foundation, layar perangkat seperti smartphone, laptop, tablet, hingga televisi memancarkan cahaya biru yang dapat memengaruhi siklus alami tubuh, terutama ritme sirkadian atau jam biologis. Cahaya biru sendiri merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak yang memiliki energi tinggi.

Secara alami, cahaya ini banyak berasal dari sinar matahari dan justru bermanfaat di siang hari karena membantu meningkatkan kewaspadaan, fokus, hingga performa tubuh. Namun, masalah muncul ketika paparan cahaya biru terjadi di malam hari.

Saat malam tiba, tubuh seharusnya mulai memproduksi melatonin, yaitu hormon yang membantu kita merasa mengantuk. Sayangnya, cahaya biru justru menekan produksi hormon ini. Akibatnya, otak “tertipu” seolah masih siang hari, sehingga tubuh tetap terjaga dan sulit masuk ke fase tidur.

Tak hanya itu, paparan blue light di malam hari juga dapat meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung, yang membuat kondisi tubuh kurang ideal untuk beristirahat. Jika terjadi terus-menerus, gangguan ini bisa berdampak lebih luas, mulai dari kualitas tidur yang menurun hingga risiko gangguan metabolisme dan kesehatan mental.

Di sisi lain, paparan cahaya biru sebenarnya tidak selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, seperti terapi cahaya, blue light justru dimanfaatkan untuk membantu mengatasi gangguan tidur dengan mengatur ulang ritme sirkadian. Artinya, waktu paparan menjadi faktor yang sangat penting.

Untuk mengurangi dampak negatifnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah membatasi penggunaan gadget setidaknya 1–2 jam sebelum tidur.

Selain itu, menurunkan tingkat kecerahan layar atau mengaktifkan fitur night mode juga bisa membantu. Mengganti pencahayaan kamar menjadi lampu dengan warna hangat seperti kuning atau oranye juga disarankan, karena lebih ramah untuk persiapan tidur dibandingkan lampu LED putih yang cenderung mengandung cahaya biru.

Bagi yang tetap harus menggunakan perangkat di malam hari, penggunaan kacamata khusus blue light blocking bisa menjadi alternatif untuk mengurangi paparan langsung ke mata. Mengurangi paparan cahaya biru adalah langkah kecil yang bisa memberi dampak besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....