Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen
- 06 Apr 2026 18:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Masih banyak masyarakat yang menganggap paracetamol dan ibuprofen sebagai obat yang sama karena keduanya sering digunakan untuk meredakan demam. Padahal, kedua obat ini memiliki cara kerja, fungsi, dan efek samping yang berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting agar penggunaan obat menjadi lebih tepat dan aman.
Mengutip dari unggahan Instagram Jennifer Budilarto yang berprofesi sebagai apoteker, paracetamol dikenal sebagai obat analgesik dan antipiretik, yang berfungsi sebagai Pereda nyeri sekaligus menurunkan demam. Cara kerjanya berfokus pada sistem saraf pusat yang ada di otak untuk menekan sinyal penyebab rasa sakit dan suhu tubuh yang meningkat. Karena cara kerjanya ini, paracetamol sering menjadi pilihan utama untuk keluhan ringan sakit kepala ataupun demam.
Di sisi lain, ibuprofen termasuk golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID). Obat iki tidak hanya meredakan nyeri dan demam, tetapi juga bekerja mengatasi peradangan di seluruh tubuh. Hal ini membuat ibuprofen menjadi solusi medis yang efektif untuk berbagai kondisi kesehatan yang disertai dengan pembengkakan atau peradangan sistemik.
Jika dilihat dari efek samping, paracetamol cenderung lebih aman bagi lambung. Namun, jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi atau jangka panjang saat beresiko merusak hati. Oleh karena itu, penggunaan paracetamol tetap harus sesuai dengan aturan dosis yang dianjurkan.
Sementara itu, ibuprofen memiliki potensi efek samping pada saluran pencernaan, seperti iritasi lambung. Obat ini juga tidak disarankan bagi penderita gangguan ginjal, penyakit jantung, serta ibu hamil terutama pada trimester akhir. Penggunaan ibuprofen perlu lebih berhati-hati, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kesimpulannya, secara umum, paracetamol lebih tepat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan seperti pusing atau sakit kepala. Sedangkan ibuprofen lebih cocok untuk nyeri yang disertai peradangan, seperti nyeri haid, sakit gigi, atau nyeri otot.
Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat dapat memilih obat yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuhnya. Jadi jangan salah lagi ya.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....