Dinkes Karanganyar Gandeng Klinik Swasta, Percepat Cek Kesehatan Gratis

  • 04 Apr 2026 18:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar melakukan terobosan baru untuk mempercepat capaian Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG pada tahun 2026. Jika sebelumnya layanan ini hanya bertumpu pada Puskesmas, mulai tahun ini pemerintah daerah melibatkan seluruh klinik dan rumah sakit swasta untuk memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat Bumi Intanpari.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, drg. Dwi Rusharyati, mengungkapkan langkah ini diambil menyusul evaluasi capaian tahun 2025 yang baru menyentuh angka 33 persen dari target 36 persen. Tahun ini, dengan target nasional yang naik menjadi 46 persen, Dinkes optimis menambah titik pelayanan agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan rutin.

“Untuk percepatan di tahun 2026, kita perluas pelaksana CKG dengan mengajak peran serta klinik dan rumah sakit swasta. Paling tidak untuk tahap awal, peserta BPJS yang mengakses klinik bisa langsung mendapatkan layanan cek kesehatan gratis saat mereka memeriksakan diri,” ujar drg. Dwi Rusharyati saat dikonfirmasi RRI, Sabtu 4 April 2026.

Dwi menjelaskan selain memperbanyak faskes pelaksana, strategi "jemput bola" juga akan diperkuat dengan menyasar lokasi-lokasi strategis seperti pabrik, pasar subuh, hingga kegiatan Car Free Day. Pihaknya juga telah menjalin kesepakatan dengan dinas terkait agar petugas Puskesmas diberikan akses masuk ke area industri untuk memeriksa kesehatan para karyawan.

“Kami sudah minta para Camat dan kepala desa untuk menggerakkan warga di wilayahnya. Bahkan untuk sektor industri, kami meminta akses agar teman-teman Puskesmas bisa masuk ke pabrik-pabrik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara massal bagi para pekerja,” ujar Dwi.

Layanan CKG ini mencakup berbagai pemeriksaan mulai dari deteksi dini penyakit tidak menular melalui cek tensi, gula darah, hingga pemeriksaan mata dan telinga. Khusus bagi wanita usia subur, layanan juga mencakup IVA test sebagai deteksi dini kanker, serta skrining hipotiroid kongenital bagi bayi baru lahir yang realisasinya sudah mencapai 70 persen hingga Maret ini.

Dwi Rusharyati optimis target 46 persen atau sekitar hampir separuh penduduk Karanganyar dapat terlayani hingga akhir tahun nanti.

"Konsistensi petugas di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat melalui skrining mandiri di aplikasi maupun datang langsung ke faskes, itu kunci keberhasilan program, sesuai taglinenya "Periksa Hari Ini, Sehat di Masa Depan", katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....