Penyebab Kuku Cantengan
- 31 Mar 2026 17:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kuku cantengan atau onychocryptosis merupakan kondisi ketika tepi kuku tumbuh masuk ke dalam jaringan kulit di sekitarnya sehingga menimbulkan nyeri, kemerahan, dan peradangan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Cantengan paling sering terjadi pada kuku jari kaki, khususnya ibu jari, karena area tersebut sering mengalami tekanan mekanis dari aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan Jurnal Keperawatan Klinis Indonesia (2020), salah satu penyebab utama cantengan adalah kesalahan dalam memotong kuku. Pemotongan kuku yang terlalu pendek atau membentuk lengkungan pada bagian tepi dapat menyebabkan arah pertumbuhan kuku berubah ke dalam kulit.
Kebiasaan memotong kuku yang tidak sesuai merupakan faktor risiko dominan terjadinya onikokriptosis karena memicu penetrasi kuku ke jaringan lunak di sekitarnya. Selain itu, penggunaan alas kaki yang sempit juga berkontribusi besar terhadap terjadinya cantengan.
Sepatu yang terlalu ketat memberikan tekanan terus-menerus pada kuku, sehingga mendorong kuku tumbuh ke arah jaringan kulit. Tekanan mekanis yang berulang pada jari kaki meningkatkan kemungkinan terjadinya peradangan pada lipatan kuku dan mempercepat proses cantengan.
Faktor trauma juga menjadi penyebab penting. Cedera pada kuku, baik akibat benturan langsung maupun tekanan berulang, dapat merusak matriks kuku yang berfungsi mengatur pertumbuhan kuku. Kerusakan ini menyebabkan kuku tumbuh tidak normal dan berpotensi masuk ke dalam kulit.
Selain faktor mekanis, infeksi juga dapat memicu cantengan. Infeksi jamur pada kuku (onikomikosis) dapat menyebabkan perubahan bentuk kuku menjadi lebih tebal dan rapuh, sehingga meningkatkan risiko kuku tumbuh ke dalam. Kondisi kuku yang mengalami infeksi jamur cenderung mengalami deformitas yang berkontribusi pada terjadinya onikokriptosis
Kelembapan kaki yang berlebih juga menjadi faktor pendukung. Lingkungan yang lembap menyebabkan kulit di sekitar kuku menjadi lunak dan lebih mudah ditembus oleh kuku. Hal ini sering terjadi pada individu yang sering menggunakan sepatu tertutup dalam waktu lama atau memiliki produksi keringat berlebih.
Selain itu, faktor anatomi seperti bentuk kuku yang melengkung secara alami juga berperan. Individu dengan struktur kuku tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami cantengan karena arah pertumbuhan kuku yang secara alami menekan jaringan kulit di sekitarnya.
Oleh karena itu, pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kaki, memotong kuku dengan benar (tidak terlalu pendek dan tidak melengkung), serta menggunakan alas kaki yang nyaman. Pemahaman terhadap faktor penyebab ini sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya cantengan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....