Perubahan Warna Putih Mata Jadi Indikator Kondisi Kesehatan

  • 31 Mar 2026 09:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bagian putih mata yang dikenal sebagai sklera merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan seseorang. Secara normal, sklera berwarna putih bersih. Namun, dalam kondisi tertentu, warna ini dapat berubah menjadi kuning, merah, kebiruan, atau bahkan terdapat bercak tertentu.

Perubahan warna tersebut sering kali menjadi tanda adanya gangguan sistemik maupun lokal pada tubuh, sehingga tidak boleh diabaikan. Berdasarkan unggahan media sosial Tiktok @labrin.tubuh, inilah perubahan warna sebagai indikator kesehatan.

1. Sklera Menguning (Ikterus)

Perubahan warna putih mata menjadi kuning merupakan tanda klinis yang paling umum dijumpai. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang kemudian terakumulasi pada jaringan tubuh, termasuk sklera. Ikterus umumnya berkaitan dengan gangguan fungsi hati seperti hepatitis, sirosis, atau obstruksi saluran empedu yang menghambat ekskresi bilirubin. Selain itu, hemolisis yang berlebihan juga dapat meningkatkan kadar bilirubin sehingga menyebabkan warna kuning pada mata

2. Sklera Kemerahan

Sklera menjadi merah biasanya karena iritasi, alergi atau kurang tidur. Terkadang warna merah muncul seperti garis otot yang terlihat jelas tandanya mata terlalu lama menatap layar. Istirahatkan sejenak agar kembali normal.

3. Sklera Kebiruan

Perubahan warna sklera menjadi kebiruan merupakan kondisi yang relatif jarang, tetapi memiliki nilai diagnostik yang penting. Sklera kebiruan dapat disebabkan oleh penipisan jaringan kolagen sehingga lapisan koroid di bawahnya menjadi lebih terlihat. Kondisi ini sering ditemukan pada penderita osteogenesis imperfecta atau kelainan jaringan ikat lainnya.

4. Bercak Merah pada Sklera

Sklera yang tampak bercak kemerahan biasanya disebabkan oleh dilatasi atau pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan mata. Kondisi ini sering dikaitkan dengan iritasi, infeksi seperti konjungtivitis, atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Selain itu, peningkatan tekanan intraokular juga dapat menyebabkan mata tampak merah dan berpotensi mengarah pada gangguan yang lebih serius jika tidak ditangani.

Perubahan warna pada sklera dapat menjadi tanda awal berbagai penyakit yang mungkin belum menunjukkan gejala lain. Deteksi dini melalui pengamatan sederhana terhadap mata dapat membantu dalam identifikasi awal penyakit hati, gangguan darah, maupun infeksi.

Hal ini menegaskan bahwa pemeriksaan visual terhadap mata memiliki nilai penting dalam praktik klinis sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan tersebut tidak boleh diabaikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (Nuri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....