Rajin Keramas tapi Masih Berketombe: Mengapa Bisa Terjadi?

  • 28 Mar 2026 23:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala yang umum terjadi dan dapat dialami oleh hampir setengah populasi dunia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya serpihan putih atau abu-abu pada kulit kepala yang sering disertai rasa gatal dan mengganggu penampilan

Banyak orang beranggapan bahwa rajin keramas adalah solusi utama untuk mengatasi ketombe. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit yang tetap mengalami ketombe meskipun sudah sering mencuci rambut.

Ketombe pada dasarnya bukan hanya masalah kebersihan, melainkan kondisi biologis kulit kepala. Berdasarkan jurnal dari Indonesian Journal of Biological Pharmacy (Aziza 2025), salah satu penyebab utama ketombe adalah pertumbuhan mikroorganisme, terutama jamur seperti Pityrosporum ovale atau Malassezia, yang hidup secara alami di kulit kepala. Jamur ini dapat berkembang berlebihan pada kondisi tertentu dan memicu pengelupasan sel kulit secara cepat.

Selain itu, ketombe merupakan bentuk kelainan kulit kepala yang ditandai dengan produksi sel kulit mati berlebih, bukan sekadar akibat rambut kotor. Artinya, meskipun seseorang rajin keramas, jika faktor biologis ini tidak ditangani, ketombe tetap bisa muncul.

Ironisnya, terlalu sering keramas juga dapat memperburuk kondisi kulit kepala. Penggunaan sampo yang berlebihan dapat menghilangkan minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan kulit kepala.

Ketika kulit kepala menjadi terlalu kering, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi minyak, yang justru dapat menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Selain itu, tidak semua sampo memiliki kemampuan efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur.

Studi menunjukkan bahwa meskipun sampo antiketombe digunakan, jamur seperti Candida sp. masih dapat tumbuh jika konsentrasi dan waktu kontak tidak optimal. Hal ini menjelaskan mengapa keramas saja tidak cukup jika tidak menggunakan produk yang tepat.

Beberapa faktor lain juga berperan dalam munculnya ketombe, di antaranya kondisi kulit kepala berminyak, karena lingkungan kulit kepala yang lembap dapat meningkatkan pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Pemilihan produk rambut yang tidak semua sampo cocok untuk setiap jenis kulit kepala. Kandungan tertentu mungkin tidak efektif atau bahkan memperparah kondisi.

Teknik keramas yang kurang tepat misalnya tidak mendiamkan sampo antiketombe beberapa menit sebelum dibilas, sehingga zat aktif tidak bekerja maksimal. Sampo antiketombe umumnya mengandung zat aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau piroctone olamine yang berfungsi menghambat pertumbuhan jamur pada kulit kepala. Oleh karena itu, penggunaan sampo secara terburu-buru dapat membuat hasilnya tidak optimal.

Rajin keramas tidak selalu menjamin bebas dari ketombe. Masalah ini lebih kompleks karena melibatkan faktor biologis, mikroorganisme, kondisi kulit kepala, hingga gaya hidup. Bahkan, keramas terlalu sering tanpa teknik dan produk yang tepat justru dapat memperparah kondisi.

Dengan demikian, kunci mengatasi ketombe bukan hanya pada frekuensi keramas, tetapi juga pada pemilihan produk yang sesuai, cara penggunaan yang benar, serta menjaga keseimbangan kondisi kulit kepala secara keseluruhan. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....