Waspada Cedera Siku, Jangan Dianggap Sepele

  • 27 Feb 2026 20:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sendi terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas harian yang padat. Cedera siku yang kerap dianggap sepele ternyata dapat berdampak serius apabila tidak ditangani secara tepat sejak awal.

Dalam OBSI Pro 1 Surakarta Kamis, 27 Februari 2026, dr. Fajar Nursulistyo, Sp.OT, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta menegaskan bahwa cedera siku sering kali bermula dari kejadian sederhana seperti jatuh atau benturan ringan. “Banyak pasien datang ketika kondisi sudah kaku dan sulit digerakkan, padahal sebelumnya hanya merasa nyeri ringan,” ujarnya.

Menurut dr. Fajar, sendi siku memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, hingga bekerja. Karena itu, gangguan kecil pada area tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Ia menjelaskan bahwa penyebab cedera siku paling umum adalah trauma akibat kecelakaan, terjatuh, maupun cedera olahraga. Aktivitas berulang seperti tenis dan golf juga berisiko menimbulkan gangguan pada jaringan sekitar siku.

Masyarakat, lanjutnya, kerap memilih pijat sebagai langkah pertama tanpa pemeriksaan medis yang memadai. Padahal, tanpa evaluasi melalui pemeriksaan fisik dan radiologi, risiko patah tulang atau cedera jaringan lunak dapat terabaikan.

Dr. Fajar mengatakan bahwa “ketika cedera tidak ditangani dengan baik, komplikasi seperti kekakuan sendi, gangguan saraf, hingga keterbatasan gerak permanen bisa saja terjadi.” Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila muncul nyeri hebat, bengkak, atau kesemutan pada jari.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat terjadi cedera adalah mengistirahatkan lengan dan membatasi pergerakan sementara. Setelah itu, pasien sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat.

Melalui dialog kesehatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan penanganan cedera secara profesional. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar kualitas kesehatan sendi tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan optimal. (Ai/CA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....