Kasus DB di Sragen Bertambah, Kesadaran Masyarakat untuk PSN Masih Rendah

  • 27 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kasus demam berdarah (DB) di Kabupaten Sragen terus meningkat, terutama dipicu rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Padahal PSN merupakan metode paling efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Sri Subekti, dalam dialog di RRI pada Jumat, 27 Maret 2026, menjelaskan selain faktor perubahan cuaca pada musim hujan, perilaku masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan turut memperburuk situasi.

“Dari penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan bersama masyarakat, ketua RT/RW, dan para kader kesehatan, kami masih menemukan lingkungan yang kotor,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran warga untuk melakukan PSN masih jauh dari optimal. Banyak yang mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya menjadi tempat ideal untuk nyamuk bertelur.

“Tempat penampungan air hujan seperti kaleng bekas, mainan anak, tempat minum burung, atau pot tanaman sering luput dari perhatian. Padahal tempat-tempat itu sangat potensial bagi perkembangan nyamuk,” dia menjelaskan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Dinas Kesehatan kini mengampanyekan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang, ditambah tindakan pencegahan lain seperti penggunaan lotion anti-nyamuk, obat nyamuk, tanaman pengusir nyamuk, penggunaan kelambu, serta kebiasaan tidak menggantung pakaian di dinding.

Para kader kesehatan desa juga aktif membantu pemantauan jentik nyamuk. Salah satu kader kesehatan, Tri Susilowati, menjelaskan pihaknya melakukan pengecekan rutin setiap minggu.

“Kami melakukan pemantauan jentik dengan mengisi blanko. Setiap dua kader memantau sekitar 20 KK, memeriksa penampungan air, kamar mandi, dan lainnya. Jika ada yang positif, langsung kami laporkan,” katanya.

Selain pemantauan rutin, para kader juga melakukan pertemuan bulanan di balai desa dan menyampaikan edukasi kepada warga melalui kegiatan posyandu. Sementara, dr. Sri Subekti menegaskan Dinas Kesehatan telah memperkuat fasilitas penanganan DB dilakukan di seluruh wilayah.

“Kami sudah mendistribusikan alat rapid test DB ke semua puskesmas, menyediakan alat pemeriksaan trombosit, serta ruang rawat inap untuk kasus tertentu. Obat abate juga tersedia dan bisa diambil masyarakat secara gratis,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....