Apakah Telur Omega Lebih Sehat?

  • 27 Feb 2026 10:25 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Telur omega 3 kian diminati masyarakat karena dinilai lebih sehat dibandingkan telur biasa. Selain warna kuning telur yang lebih oranye dan tampak menarik, kandungan lemak baik di dalamnya disebut lebih tinggi.

Wahyu (60), warga Solo, mengaku memilih telur omega karena alasan kesehatan meski harganya lebih mahal. “Memilih telur omega karena katanya kan lebih sehat, kandungan omega 3-nya lebih banyak, terus telurnya juga cantik karena kuningnya lebih oranye. Kalau harganya ya memang lebih mahal,” ujarnya.

Telur omega 3 sebenarnya dihasilkan melalui proses alami dari pakan ayam. Menurut peternak di akun Tiktok @joglofarm.yk, ayam petelur diberi pakan khusus yang kaya omega 3, seperti biji rami, chia seed, flaxseed, minyak ikan, hingga ganggang laut.

Nutrisi dari pakan tersebut terserap ke dalam tubuh ayam dan masuk ke dalam telur yang dihasilkan. Perbedaan utama telur omega 3 dan telur biasa terletak pada jenis pakan yang diberikan.

Mengutip penjelasan Alodokter (alodokter.com), ayam yang menghasilkan telur omega 3 diberi tambahan sumber lemak baik, sehingga kandungan omega 3 di dalam telur lebih tinggi dibanding telur biasa. Meski demikian, secara umum kedua jenis telur tetap mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin A, vitamin B kompleks, fosfor, selenium, zat besi, serta sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Dari sisi manfaat, telur pada dasarnya berperan dalam pembentukan otot dan tulang, produksi hormon dan enzim, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Tambahan kandungan omega 3 pada telur omega 3 diklaim memberi manfaat lebih, seperti membantu kesehatan otak, menurunkan risiko penyakit jantung, serta mendukung perkembangan otak janin.

Perbedaan lainnya terlihat pada karakteristik fisik. Telur omega 3 umumnya memiliki cangkang yang lebih tebal dan kuning telur berwarna lebih pekat cenderung oranye, sedangkan telur biasa cenderung berwarna kuning muda.

Meski memiliki sejumlah keunggulan, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi telur dilakukan dalam jumlah wajar. Cara pengolahan juga perlu diperhatikan agar nilai gizinya tetap terjaga, misalnya dengan direbus atau dimasak menggunakan minyak sehat.

Dengan berbagai pilihan yang tersedia di pasaran, masyarakat dapat menyesuaikan jenis telur ini. Tentu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatannya masing-masing. (Hil)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....