Optimalkan Penanangan Sampah Dengan Dimulai Memilah Sampah Rumah Tangga

  • 26 Feb 2026 15:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SURAKARTA - Sebanyak 3 ton sampah perhari dihasilkan warga Kota Solo yang per orang menyumbang 0,5 kilogam. Jika tidak dikelola dengan baik sampah akan menimbulkan dampak buruk seperti bau dan merusak lingkungan. Pengelolaan sampah di Kota Solo sebenarnya sudah berjalan melalui inisiatif warga namun sering kali terhenti atau kurang optimal karena masih bersifat mencoba atau trial dan error .

Pengelolaan sampah yang dilakukan masih bersifat pemanfaatan sampah semata yaitu menyeleksi memanfaatkan yang bisa bernilai ekonomi . Biasanya dilakukan pengepul . Sedangkan dengan membakar sampah juga menimbulkan persoalan baru yang menimbulkan polusi.

Pengelolaan sampah melalui pemanfaatan sampah hanya menyumbang 5 persen dalam mengatasi persoalan sampah . Hal itu diungkapkan Tim Ahli Penanganan Sampah Jawa Tengah Prabang Setyono yang selaku Ketua Program Studi S3 Ilmu Lingkungan UNS dalam Dialog Obrolan Siang di RRI Kami, 26 Februari 2026. Menurutnya untuk mengelola sampah yang benar melalui point center yaitu mengelola sampah yang memiliki nilai tambah pada ekologi dengan sanitasi yang baik, estetika tercipta dan tidak bau .

Sampah terkelola melalui 3 R , yaitu Reduce, Reuse, dan Recyle . Pemilahan yang utama dari rumah tangga menjadi salah satu penanganan sampah. Dengan memilah sampah setiap hari pengelolaan sampah akan terstruktur. Seperti yang diterapkan di beberapa negara di luar negeri yang mengatur pengakutan sampah per hari menurut nya jenisnya.

Hari Senin mengangkut sampah kaca kaca, misalnya kemudian selasa sampah plastik, seperti sistem diluar negeri" ungkapnya .

Sementara itu pemanfaatan sampah yang dijadikan menjadi pupuk kompos juga belum signifikan karena belum inovatif.

Untuk pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah namun juga masyarakat dan harus membudaya. Perlu menumbuhkan keperdulian melalui gerakan penanganan sampah yang dimulai dari kelompok kelompok yang sudah ada dan mengkolektifkan menjadi luas.

"kesadaran warga mengelola sampah sudah ada , seperti dari kelompok PKK namun tidak bia hanya sebagain harus bersama " ungkapnya

Meski untuk keberlanjutan masih menjadi tantangan namun cara belajar akan bisa dalam menyelesaikan persoalan sampah . Menurutnya sampah merupakan masalah laten namun bagaimana agar sampah tidak menjadi nilai kurang namun menjadi nilai tambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....