Olahraga saat Puasa Ramadan, Amankah untuk Diet?

  • 25 Feb 2026 13:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Menjelang waktu berbuka, tak sedikit masyarakat yang memilih berjalan santai atau berlari kecil sambil menunggu azan magrib. Olahraga saat puasa kerap dianggap efektif membantu diet karena dilakukan dalam kondisi perut kosong. Namun, amankah cara ini secara medis?

Olahraga dalam kondisi tanpa asupan makanan sebelumnya dikenal dengan istilah fasted cardio. Metode ini dipercaya dapat mempercepat pembakaran lemak karena tubuh menggunakan cadangan energi saat kadar gula darah menurun.

Dalam kondisi puasa, tubuh memang akan memanfaatkan cadangan karbohidrat terlebih dahulu, lalu beralih membakar lemak sebagai sumber energi. Inilah yang membuat banyak orang meyakini olahraga saat puasa dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat.

Namun, dikutip dari Alodokter, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan jumlah kalori yang terbakar saat seseorang berolahraga selama 60 menit dalam keadaan perut kosong maupun setelah makan. Artinya, olahraga saat puasa belum tentu lebih efektif dibanding olahraga biasa dalam hal pembakaran lemak.

“Olahraga dengan perut kosong sebenarnya tidak sepenuhnya berbahaya, tetapi manfaatnya masih belum jelas dan ada risikonya jika tidak dilakukan dengan berhati-hati,” tulis Alodokter dalam artikel kesehatannya.

Risiko yang mungkin terjadi antara lain hipoglikemia atau kadar gula darah rendah, yang ditandai dengan pusing, mual, gemetar, hingga pingsan. Selain itu, stamina bisa lebih cepat menurun sehingga tubuh mudah lelah saat beraktivitas.

Alodokter juga menyebutkan bahwa olahraga saat perut kosong dapat meningkatkan nafsu makan setelahnya. Jika tidak terkontrol, kondisi ini justru berisiko membuat asupan kalori saat berbuka menjadi berlebihan dan menggagalkan tujuan diet.

Meski demikian, olahraga ringan seperti jalan santai atau jogging singkat menjelang berbuka masih tergolong aman bagi orang yang sehat. Namun untuk olahraga berat atau berdurasi panjang, sebaiknya dilakukan setelah berbuka atau setelah sahur agar tubuh memiliki energi yang cukup.

Pada akhirnya, olahraga saat puasa Ramadan boleh dilakukan sebagai bagian dari diet, asalkan memperhatikan intensitas, durasi, dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani program diet tetap menjadi langkah yang bijak.

Referensi :

Alodokter. Olahraga Saat Perut Kosong, Amankah? (https://www.alodokter.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....