Bahaya Menggunakan Kantong Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan
- 25 Feb 2026 12:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan kantong plastik secara berlebihan di berbagai negara semakin menjadi sorotan para ahli lingkungan dan kesehatan. Meskipun plastik dikenal karena sifatnya yang ringan dan murah, dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masih sangat serius jika tidak dikendalikan.
Masuknya kantong plastik ke lingkungan terjadi ketika plastik ringan ini terbawa angin maupun air dari sungai menuju laut. Di laut, kantong plastik yang menyerupai ubur-ubur dan plankton sering disangka sebagai makanan oleh biota laut seperti penyu, ikan, dan burung. Konsumsi plastik oleh hewan laut ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, malnutrisi, luka internal, hingga kematian.
Tidak hanya membahayakan satwa liar, kantong plastik juga tidak bisa terurai secara cepat. Plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terdegradasi secara alami, sehingga material ini terus terakumulasi dalam tanah dan badan air. Selama prosesnya, plastik pecah menjadi partikel lebih kecil yang dikenal sebagai microplastics. Partikel kecil ini dapat masuk ke dalam rantai makanan melalui organisme kecil dan akhirnya sampai ke manusia melalui konsumsi makanan laut.
Dampak penggunaan kantong plastik tidak hanya dirasakan oleh mahluk laut, tetapi juga lingkungan darat. Plastik yang dibuang sembarangan sering menyumbat saluran air, menyebabkan banjir dan menciptakan tempat berkembang biaknya nyamuk penyakit seperti demam berdarah. Selain itu, ketika plastik dibakar dalam pembakaran terbuka, ia melepaskan gas beracun yang berkontribusi terhadap polusi udara dan berpotensi menimbulkan masalah pernapasan pada manusia.
Risiko kesehatan manusia pun kini menjadi perhatian penting. Microplastics telah ditemukan dalam air minum, makanan, bahkan udara yang kita hirup. Walaupun penelitian masih berlangsung, paparan jangka panjang terhadap partikel mikro ini diduga dapat berpengaruh terhadap sistem hormonal dan meningkatkan risiko penyakit tertentu.
Dari sumber laman Le Monde, menurut laporan ilmiah terbaru yang diangkat oleh organisasi internasional, paparan terhadap plastik dari tahap produksi hingga pembuangan memiliki dampak kesehatan yang signifikan, termasuk risiko penyakit kronis dan gangguan perkembangan pada anak. Penelitian global menunjukkan bahwa produksi plastik terus meningkat, dan kurang dari 10% plastik saat ini benar-benar didaur ulang secara efektif.
Berbagai organisasi dunia menyarankan perlunya pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai dan mengadopsi alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti tas kain atau pembungkus berbasis bahan organik. Upaya ini dianggap penting untuk mengurangi akumulasi plastik di lingkungan serta mengurangi potensi bahaya bagi kesehatan manusia.
Tindakan nyata dari pemerintah, bisnis dan masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik akan menjadi langkah penting dalam menangani krisis plastik global yang saat ini terus berkembang. Kesadaran yang lebih tinggi serta regulasi yang tegas diyakini dapat membantu memperlambat dampak negatif penggunaan plastik di masa depan. (Rizal Fahlevi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....