Tidur Sehat Berkualitas, Bukan Sekadar Lama

  • 22 Feb 2026 11:14 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Belum banyak masyarakat memahami seperti apa kualitas tidur yang sehat. Banyak orang masih beranggapan bahwa semakin lama durasi tidur, maka semakin baik hasilnya.

Padahal yang terpenting bukan hanya lama waktu tidur, tetapi kualitas tidur itu sendiri. Hal ini dijelaskan oleh dr. Tirta melalui akun Instagramnya dr.tirta_tipssehat.

Ia menyampaikan edukasi seputar pola tidur berdasarkan referensi medis dan jurnal kesehatan. Penjelasan ini merujuk pada kajian ilmiah serta pengalaman klinis di bidang kesehatan saraf.

Informasi tersebut juga bersumber dari jurnal serta edukasi dokter spesialis saraf, salah satunya Dr. Gofir S.Ps yang merupakan konsultan tidur dan dosen dr. Tirta. Dalam penjelasannya, fase tidur yang perlu diprioritaskan adalah fase Deep Sleep.

Fase ini menjadi kunci utama dalam proses pemulihan tubuh dan otak. Deep Sleep berlangsung sekitar 1,5 hingga 3 jam dalam satu siklus tidur.

Fase ini terjadi ketika tubuh berada pada kondisi tidur paling maksimal. Pada tahap inilah tubuh melakukan perbaikan sel dan otak melakukan proses pemulihan optimal.

Kualitas tidur lebih penting dibanding sekadar menghitung total jam tidur. Bagi seseorang yang telah berusia di atas 30 tahun, durasi tidur ideal berkisar antara 5 hingga 7 jam per hari.

Seiring bertambahnya usia, durasi tidur memang cenderung berkurang. Hal ini terjadi akibat perubahan komposisi otak yang memengaruhi pola dan kebutuhan tidur seseorang.

Dr. Tirta juga menjelaskan bahwa jika seseorang harus berjaga pada malam hari, maka tetap perlu mengganti waktu istirahat di pagi atau siang hari. Meskipun tubuh tidak sepenuhnya pulih, setidaknya otak tetap mendapat kesempatan untuk beristirahat. Kondisi yang berbahaya adalah ketika seseorang tidak tidur selama berhari-hari secara terus menerus.

Kurang tidur dan begadang merupakan dua hal yang berbeda. Seseorang dikatakan kurang tidur jika durasi tidurnya kurang dari 5 jam secara berturut-turut. Sementara begadang dalam jangka panjang tanpa tidur sama sekali dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk stroke, sehingga kualitas tidur harus dijaga.

(Novie/magang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....